Suara.com - Donald Trump kembali menarik perhatian dengan mengeluarkan perintah eksekutif yang menunda penegakan undang-undang yang mewajibkan TikTok memisahkan diri dari perusahaan induknya, ByteDance, di China.
Melansir dari ANTARA, Selasa (21/01/2025), langkah ini dilakukan untuk memberi waktu 75 hari bagi pemerintahannya guna meninjau kembali kebijakan terkait keamanan data dan hubungan dengan aplikasi yang banyak digunakan di Amerika Serikat tersebut.
Menurut laporan The Verge, perintah ini mulai berlaku pada hari pelantikannya, Senin (20/01/2025), waktu setempat. Trump juga memerintahkan Departemen Kehakiman untuk tidak mengambil tindakan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika, seperti Apple dan Google, yang sebelumnya terlibat kerja sama dengan TikTok.
Selain itu, Departemen Kehakiman diminta memastikan tidak ada tanggung jawab hukum yang dikenakan kepada pihak-pihak terkait selama masa penundaan.
Langkah ini dianggap memperpanjang tenggat waktu yang diberikan dalam Undang-Undang Melindungi Warga Amerika dari Aplikasi yang Dikendalikan Musuh Asing.
Sebelumnya, undang-undang bipartisan yang disahkan di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden pada tahun 2024 mewajibkan ByteDance menjual saham TikTok kepada entitas yang tidak terkait dengan pemerintah China untuk menghindari ancaman larangan.
Namun, Trump justru mengambil pendekatan berbeda. Melalui unggahan di platform Truth Social, ia meminta perusahaan-perusahaan untuk tetap bermitra dengan TikTok, meskipun langkah tersebut berpotensi menghadapi denda besar hingga mencapai 850 miliar dolar AS jika terbukti melanggar hukum.
Dia juga menyebut kemungkinan pemerintah AS memiliki saham hingga 50 persen di TikTok melalui mekanisme usaha patungan, meskipun rincian lebih lanjut belum dijelaskan.
Langkah Trump ini menunjukkan upaya strategis untuk meninjau ulang kebijakan keamanan teknologi di era persaingan global, sekaligus menciptakan peluang baru bagi perusahaan-perusahaan AS di sektor teknologi.
Baca Juga: Viral Rednote Pengganti TikTok yang Dilarang AS, Apakah Aman?
Meski demikian, keputusan ini juga menuai kritik karena dianggap mengabaikan undang-undang bipartisan yang dirancang untuk melindungi keamanan nasional.
TikTok sendiri sempat tidak dapat diakses pada Minggu (19/01/2025) waktu AS setelah dikeluarkan dari toko aplikasi Apple dan Google. Namun, layanan tersebut kembali beroperasi tanpa kejelasan status hukumnya di bawah aturan baru.
Kebijakan Trump ini tidak menghapus risiko hukum bagi perusahaan yang terlibat, tetapi memberikan waktu tambahan untuk mencari solusi yang lebih baik. Banyak yang menilai langkah ini mencerminkan pendekatan pragmatis Trump dalam menjembatani konflik antara kepentingan ekonomi dan keamanan nasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Berapa Harga iPad Paling Murah 2026? Desain Premium, Paling Worth It Dibeli
-
4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
-
3 Cara Cek Battery Health di HP Android, Lengkap dengan Tips agar Awet
-
Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris