Suara.com - Pagar laut yang menuai kontroversi akhirnya dibongkar oleh gabungan personel TNI AL, anggota KKP, dan ratusan nelayan. Mantan jenderal polisi bintang tiga yang mendukung pembongkaran tersebut ramai diapresiasi netizen.
Mantan jenderal bintang tiga yang dimaksud adalah Komjen Pol (Purn) Susno Duadji. Perlu diketahui, Susno Duadji (70) dulu pernah mempunyai pangkat sebagai Komisaris Jenderal Polisi yang menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri) pada Oktober 2008 hingga November 2009.
Susno Duadji ternyata memperhatikan perkembangan kasus pagar laut misterius yang membentang di perairan Tangerang.
Sebagai informasi, publik dikejutkan oleh adanya Surat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB) pada pagar laut yang dipantau melalui aplikasi Bhumi.
Setelah viral dan menuai sorotan dari Presiden RI Prabowo, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid akhirnya resmi mencabut serta membatalkan puluhan sertifikayt di Desa Kohod.
"Terima kasih Pak Menteri atas pencabutan SHGB di Kohod. Sesuai info yang saya terima, ada sekitar 1.500 Ha laut yang sudah diplot oleh BPN dan pengembang untuk dibuatkan surat Hak," tulis Said Didu.
Postingan milik pegiat medsos sekaligus mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara Said Didu langsung mendapat balasan dari Susno Duadji. Komjen Pol (Purn) Susno Duadji diketahui menuliskan bio medsos sebagai petani di Dempo Selatan.
"Terima kasih dan selamat serta salut untuk Pak Said Didu; perkara pagar laut, PSN, sertifikat laut, rakyat tergusur. Anda dan teman-teman adalah pejuang pembela rakyat tanpa panrih dan urat takutnya nggak ada," tulis Susno Duadji melalui akun X miliknya (@susno2g) pada Kamis (23/01/2024). Postingan Susno Duadji viral setelah memperoleh ratusan retweet dan tanda suka.
Said Didu diketahui adalah sosok yang getol menyuarakan kontroversi pagar laut. Ia bahkan sempat menyindir 'lembaga negara takut' karena pagar laut itu diduga mendapat dukungan Jokowi. Postingan Susno Duadji ramai mendapat beragam komentar dari netizen.
Baca Juga: Resmi Batalkan 50 Sertifikat HGB Pagar Laut Tangerang, Menteri ATR Nusron Ungkap Pemiliknya!
"Semoga para pejuang kebenaran selalu dilindungi Allah SWT," doa @jon**as**nto432.
"Ayo Pak Jenderal berisik kayak Pak Didu. Kami warga Jabar mendukung bapak," cuit @Ma**oe**971.
"Saya curiga, jangan-jangan bapak yang suplai data ke Pak Said Didu ya (emoticon tertawa)," komentar @ac**e*ut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Nadiem Sindir Perlakuan 'Spesial' Kejagung ke Febrie Adriansyah: Saya Langsung Diborgol
-
Top Skor AFF 2026 Memanas! Mitchell Baker Kini Dikejar Ketat Wing Naing Tun
-
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang, Perkuat Jaringan Digital di Jawa Tengah
-
Profil John van den Brom Pelatih FC Twente yang Usir Mees Hilgers, Suka Ribut dan Ngomong Kasar
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Empat Buronan Pemerintah China Dideportasi dari Semarang, Diduga Terlibat Love Scamming
-
Cakar Kurir Paket, Istri Nelayan Akhirnya Bebas dari Penjara
-
Purbaya Caplok 60% Saham KCIC, Utang Whoosh Kini Tanggung Jawab Kemenkeu
-
Nissan Navara PRO-4X Tampil Gagah di GIIAS 2026 dengan Mesin Turbo Diesel
-
37 Ribu Siswa Keracunan MBG, Amnesty International Desak Pemerintah Hentikan Program