3. Psikologi: Burnout Digital dan Krisis Identitas
Paparan teknologi berlebihan juga berimbas pada kesehatan mental. Banyak orang mengalami burnout digital, merasa lelah secara emosional akibat paparan konten yang terus-menerus.
Selain itu, muncul fenomena comparison culture—di mana kita terus-menerus membandingkan hidup kita dengan kehidupan "sempurna" yang ditampilkan di media sosial.
Alih-alih merasa puas, kita justru semakin cemas dan tidak percaya diri.
Brain Rot di Dunia Pendidikan
Dokter Dito Anurogo sebagai peneliti Institut Molekul Indonesia mengatakan, efek brain rot juga terasa di ruang kelas.
Guru dan dosen mulai mengeluhkan bahwa siswa sulit berkonsentrasi dalam waktu lama, malas membaca teks panjang, dan lebih menyukai soal pilihan ganda daripada uraian yang membutuhkan pemikiran mendalam.
Jika tidak ditangani, generasi mendatang bisa tumbuh dengan daya pikir yang lemah—lebih mudah terdistraksi, sulit berpikir kritis, dan kehilangan keinginan untuk memahami sesuatu secara mendalam.
Bagaimana Mengatasinya?
Baca Juga: Sarwendah Idap Kista di Batang Otak, Tak Mau Jalani Operasi Karena Takut Lumpuh
Meski terdengar mengkhawatirkan, brain rot bukanlah akhir dari segalanya. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengembalikan keseimbangan otak kita:
Digital Detox – Coba batasi penggunaan media sosial atau gadget dalam waktu tertentu, misalnya sehari tanpa ponsel atau seminggu tanpa media sosial.
Mindfulness – Latih kesadaran penuh dalam setiap aktivitas. Misalnya, saat makan bersama keluarga, jauhkan ponsel dan fokuslah pada percakapan.
Mengkonsumsi Konten Berkualitas – Pilih bacaan yang lebih mendalam dan reflektif. Jangan hanya bergantung pada ringkasan atau headline.
Latihan Fokus – Biasakan membaca buku tanpa distraksi atau selesaikan tugas tanpa tergoda untuk mengecek ponsel setiap beberapa menit.
Kurangi Multitasking Digital – Fokus pada satu hal dalam satu waktu agar otak tidak terbiasa berpindah-pindah tanpa menyelesaikan tugas dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
6 Alasan iPhone Sangat Worth It untuk Pemakaian Jangka Panjang di 2026
-
17 Kode Redeem MLBB 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin Eksklusif hingga Diamond Gratis
-
31 Kode Redeem FF 3 Februari 2026 Terbaru: Ada Skin SG2, Emote Langka, dan Bundle Eksklusif Gratis
-
Acerpure Clean V2 Resmi Hadir, Vacuum Cordless Ringan dengan Fitur Canggih Khusus Pemilik Hewan
-
Dua Eksekutif Teknologi Senior Siap Pacu Akselerasi Cloud dan AI di Asia Tenggara
-
Xiaomi Pad 8 Global Muncul di Geekbench: Siap ke Indonesia, Pakai Chip Kencang Snapdragon
-
Siapa Daud Tony? Viral Ramal Kejatuhan Saham dan Kripto, Harga Perak Meroket
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik di Bawah Rp1 Jutaan, Spek Canggih!
-
Xiaomi Rilis Monitor Gaming Anyar: Tawarkan Refresh Rate 200 Hz, Harga Kompetitif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 3 Februari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Monster Truck Gratis