Suara.com - Chatbot AI DeepSeek telah menjadi perhatian global, dan menduduki puncak tangga aplikasi. Selain itu, aplikasi asal Tiongkok itu membuat Silicon Valley serta Wall Street gempar.
Menyadur dari Techcrunch, sebagai produk dari High-Flyer, sebuah hedge fund asal Tiongkok, DeepSeek menawarkan rasio biaya terhadap kinerja yang mengesankan dibandingkan pemain lama seperti OpenAI.
Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa chatbot ini menghindari membahas berbagai topik sensitif, termasuk insiden Tiananmen dan Taiwan.
Sebuah laporan terbaru dari PromptFoo, startup yang didukung oleh Andreessen Horowitz dan berfokus pada mengidentifikasi kelemahan dalam aplikasi AI, menemukan bahwa model penalaran DeepSeek R1 menolak menjawab sekitar 85% dari 1.360 pertanyaan yang terkait dengan topik sensitif.
Selain itu, chatbot ini kerap memberikan respons dengan nada nasionalistik yang berlebihan.
Para peneliti juga menemukan bahwa DeepSeek dapat dengan mudah dijebol (jailbroken), mengindikasikan bahwa laboratorium AI asal Tiongkok ini menerapkan penyaringan konten sesuai kebijakan Partai Komunis Tiongkok dengan cara yang masih kasar dan langsung.
Dataset lengkap mengenai prompt sensitif ini tersedia di platform Hugging Face.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123