Suara.com - Kabar mengenai Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) saat ini tengah menjadi sorotan netizen di jagat maya. Pasalnya, hasil efisiensi yang dilakukan pemerintah rupanya tak hanya digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan juga BPI Danantara.
Terbaru, Prabowo Subianto meminta para mantan Presiden RI, mulai dari Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Jokowi untuk ikut mengawasi BPI Danantara. Keputusan tersebut rupanya menuai atensi publik dan membuat topik Danantara menduduki Trending Topik X Indonesia dengan jumlah cuitan lebih dari 140.000 tweet.
Mayoritas warganet, khususnya para pegiat investasi mempertanyakan peran mantan Presiden RI sebagai pengawas, khususnya Jokowi. Tak sedikit warganet yang menyinggung kasus OCCRP, di mana organisasi tersebut memasukkan nama Jokowi sebagai finalis tokoh terkorup di dunia. Hal ini pun terlihat dalam menfess melalui akun X @Saham_fess.
"Guys... finalis... OCCRP... jadi... pengawas... Danantara? Gimana sih konsepnya gue bingung. Kayak di luar nalar banget bj** plot twist-nya. Absolute cinema!" cuit warganet yang mengirim menfess tersebut.
Unggahan yang disukai sebanyak lebih dari 10.000 kali oleh sesama pengguna X tersebut pun menuai beragam respons.
"Lahan korupsi bancakan baru. Pestapora periode 3. Bubar negeriku," komentar @raiha********
"Tanpa jadi finalis pun, maaf, emang dia mampu? Pengawas = ahlinya ahli. Biar kalau ada yang salah atau keliru bisa dikoreksi. Kalau cuma ngandalin masukan dari staf atau asisten atau ajudan, ya percuma," tambah @bara****_
"Mulyono ini obligasi aja dia kagak tau, malah disuruh ngawasin beginian," sahut @kitaj**********
"Duit sebanyak itu diawasin sama orang yang omongannya sering bohong. Dahlah..." sambung @sety*****
"Gimana bisa orang yang nggak punya kompetensi malah disuruh ngawasin," cuit @ker******
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pesta Gol Garuda! Hattrick Mitchell Lee Baker Warnai Kemenangan 5-1 atas Kamboja
-
Perusahaan Alat Berat China XCMG Resmikan Pabrik Pertama di Indonesia
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa