Suara.com - Meme Jokowi masuk gorong-gorong kerap diunggah di media sosial untuk menanggapi topik tertentu. Politisi PSI memberikan balasan menohok bahwa itu adalah awal kehancuran PDIP.
Sebagai informasi, beberapa adegan ikonis saat Jokowi masih menjabat menjadi pejabat publik yaitu masuk gorong-gorong, memamerkan mobil Esemka, hingga blusukan.
Setelah tak lagi menjadi Presiden RI, beragam meme Jokowi yang masuk gorong-gorong viral di media sosial. Meme tersebut berasal dari potret Jokowi ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2012 lalu.
Joko Widodo atau Jokowi saat itu memeriksa gorong-gorong saluran pembuangan Jalan MH Thamrin dekat Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Foto tersebut sempat viral sehingga Jokowi panen simpati publik belasan tahun lalu.
Ketua Biro Ideologi dan Kaderisasi DPW PSI Bali, Dedy Nur Palakka (@DedynurPalakka) baru-baru ini membahas mengenai tagar Adili Jokowi. Menurutnya, keramaian di media sosial tak akan berguna jika tak terbukti di mata hukum. Pernyataan tersebut sepertinya menanggapi tuduhan netizen atas gelar tokoh terkorup dari OCRRP.
"Pembuktian itu tempatnya di pengadilan, bukan di X, Twitter Space, TikTok, Facebook, Instagram Story, atau sesi curhat di podcast politik abal-abal. Dan pada akhirnya, kita semua sepakat bahwa Indonesia harus maju dengan pilihan rakyat, melalui mekanisme demokrasi yang konstitusional," ungkap Dedy Nur Palakka.
Salah seorang netizen lantas menyindir pernyataan politisi PSI dengan meme Jokowi masuk gorong-gorong. "Berawal dari sini kehancuran dimulai," tulis @ba***ngmuly***o. Politisi PSI lantas membalas bahwa itu bukan awal kehancuran bangsa, melainkan awal kehancuran PDIP.
Perlu diketahui, Jokowi merupakan tokoh politik yang besar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Suami Iriana itu lantas dipecat atas perintah langsung Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri. "Kehancuran PDIP maksudnya?" tulis @DedynurPalakka. Postingan viral tersebut menuai beragam komentar dari netizen.
"Yang jelas PSI tetap gurem biarpun pakai anak Jokowi," @A**i_Be**2.
Baca Juga: Bela Band Punk Sukatani, Ananda Badudu: Yang Ngejek Mereka Pasti Belum Tau Rasanya Ditangkap Polisi
"PSI kali yang hancur. Udah jual 'Partai Jokowi', Ketum Kaesang, nyerang Anies tanpa henti, eh cuma 2,53 persen. Gue nggak begitu suka PDIP, tapi faktanya mereka dapat perolehan terbesar: 16,91 persen," cuit @b**a**kal.
"Coba dulu gorong-gorongnya ditutup mungkin utang Indonesia tak sebanyak ini," balas @ana**s**tra.
"PDIP nggak bisa apa-apa tanpa Jokowi," ungkap @p**pl**riwi.
Berita Terkait
-
Intip Profil dan Harga Equil, Air Mineral Premium yang Disajikan Presiden Prabowo
-
PSI: Program Kerakyatan Prabowo Butuh Efisiensi Anggaran Rp 750 Triliun
-
Anies dan Pandji Sindir Dukungan Harus Dibayar, Video Lawas 'Hidup Boko' Viral: Visioner!
-
Analisis Said Didu Soal Indonesia Gelap: Prabowo Terkena Umpan, Jokowi Aman
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan