Suara.com - Para ilmuwan menemukan bahwa anomali besar dalam medan magnet Bumi terus berkembang, yang berpotensi membawa dampak signifikan bagi kehidupan di planet ini.
Fenomena ini dikenal sebagai South Atlantic Anomaly (SAA), sebuah area lemah dalam medan magnet Bumi yang membentang sekitar 4,3 juta mil persegi, mencakup wilayah Amerika Selatan dan Afrika.
Menurut NASA yang dilansir dari UNILAD, SAA mengalami perluasan sekitar 7% sejak pertama kali terdeteksi pada 2020, dengan pola yang kini berubah dari satu zona menjadi dua area terpisah.
Medan magnet Bumi berperan penting dalam melindungi planet dari radiasi berbahaya Matahari. Melemahnya kekuatan magnet di wilayah SAA berisiko meningkatkan paparan radiasi, yang dapat membahayakan kehidupan biologis serta mengganggu teknologi satelit. Gangguan ini berpotensi merusak sistem komunikasi dan navigasi global.
Terry Sabaka, ahli geofisika di NASA Goddard Space Flight Center, menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap fenomena ini untuk memahami perubahan bentuknya serta membuat model dan prediksi yang lebih akurat.
Di tengah perhatian dunia terhadap ancaman asteroid berukuran besar yang diperkirakan bisa menghantam Bumi pada 22 Desember 2032, studi terhadap anomali medan magnet ini semakin mendesak. Para ilmuwan memetakan kemungkinan jalur tumbukan asteroid yang dapat berdampak pada berbagai wilayah, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia Selatan.
Perubahan medan magnet Bumi dan ancaman luar angkasa yang semakin nyata menunjukkan betapa pentingnya riset berkelanjutan dalam memahami serta mengantisipasi potensi bencana yang dapat mengancam kehidupan di planet ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation