Suara.com - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) memutuskan membagi dividen sebesar Rp1,12 triliun untuk para pemegang saham.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan-RUPST (Rapat) 2025, Selasa (25/2/2025).
Jumlah pembagian dividen ini adalah 62 persen dari keuntungan setelah pajak dan hak minoritas.
“Tahun ini, Rapat menyetujui penggunaan 62% dari keuntungan setelah pajak dan hak minoritas untuk dibagikan sebagai dividen kepada para pemegang saham," kata Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, pembagian dividen tahun ini merupakan yang tertinggi selama empat tahun terakhir.
"Keputusan perseroan untuk memberikan dividen merupakan wujud apresiasi kepada pemegang saham yang telah mendukung perusahaan untuk dapat terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini," tambah dia.
Jumlah tersebut setara dengan Rp85,7 per lembar saham yang didistribusikan kepada para pemegang saham.
Rapat tersebut juga menentukan sebesar Rp100 juta sebagai cadangan umum.
Sekitar Rp 698,919 miliar dicatat sebagai Saldo Laba Ditahan untuk mendukung pengembangan usaha Perseroan.
Baca Juga: Sah! Susunan Dewan Komisaris dan Direksi XLSmart, Ada Retno Lestari Mantan Menlu
Chief Financial Officer (CFO) XL Axiata, Feiruz Ikhwan menyampaikan bahwa semua pencapaian ini didukung aktivitas konsumen yang terjada di setiap wilayah.
"Salah satu factor keberhasilan XL Axiata menjaga kinerja keuangan dan bisnisnya adalah memprioritaskan pengalaman konsumen melalui teknologi AI (Artificial Intelligence)," ucapnya.
Dia menambahkan, penerapan AI bukan hanya sukses meningkatkan jumlah konsumen tapi juga mendorong engagementnya terhadap prduk-produk XL Axiata.
"Selain itu, juga mendorong peningkatan efisiensi operasional khususnya pengeluaran penjualan," ujar Feiruz.
Tercatatkan, saat ini XL Axiata memiliki pengguna aktif sebanyak lebih dari 33 juta.
Penetrasi aplikasi mencapai 56 persen, yang berkontribusi pada pendapatan aplikasi sebesar 35 persen.
Di samping itu, XL Axiata juga melakukan peningkatan pengalama jaringan pelanggannya dengan meningkatkan investasi pada Menara base transceiver station (BTS).
Pada 2024, tercatat operator telekomunikasi ini memiliki total BTS 165.900 unit, terdiri dari 54.500 unit jaringan 2G dan 111.000 unit jaringan 4G.
Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya pada 2023 sebanyak 160.100 unit.
Selain itu juga dilakukan fiberisasi pada jaringan yang mencapai 63 persen pada 2024.
Angka ini mengalami lonjakan dibandingkan tahun sebelumnya,2023, sebanyak 61 persen.
Sebelumnya, Axiata Group Berhad (Axiata) dan Sinar Mas (Sinar Mas) hari ini mengumumkan merger tiga perusahaan, yakni XL Axiata, PT Smartfren Telecom (Smartfren), dan PTSmart Telecom (SmartTel).
Ketiga perusahaan ini akan menjadi XLSMART yang diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada hari ini, Selasa (25/3/2025).
Rapat memiliki beberapa mata acara yang telah disetujui, termasuk persetujuan atas perubahan susunan dan pengangkatan kembali Direksi dan Dewan Komisaris.
"Kami sangat antusias dengan langkah ini. Langkah ini akan menciptakan perusahaan telekomunikasi yang lebih kompetitif dan inovatif" ujar Rajeev Sethi, CEO XLSMART.
Menurutnya, dengan menggabungkan keunggulan XL Axiata dan Smartfren, perusahaan berkomitmen meningkatkan pengalaman pelanggan,memperluas jaringan, dan membawa layanan digital yang lebih berkualitas bagi masyarakat.
"Pengalaman saya mentransformasi perusahaan di berbagai pasar mengajarkan bahwa keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada bagaimana kita mengintegrasikanbudaya, talenta, dan strategi operasional," bebernya.
Efektif penggabungan atau legal day one pada 16 April mendatang.
Berita Terkait
-
Trafik Ramadan Berpotensi Naik, XL Axiata Tingkatkan Kapasitas Core 20 Persen dan BTS 2.000 Site
-
Paket Bundling Moto G45 5G Ini Tawarkan Bonus Kuota 45GB Setahun
-
Cara Aktifkan Paket Umroh Plus XL Axiata, Mudah dan Nggak Perlu Ribet
-
Cara UNREG Kartu yang Tidak Terpakai untuk Semua Provider, Terupdate 2025
-
Dua Tanda Cinta dari First Media
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Begini Kebijakan Kemenkeu RI Buntut Viralnya Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Trending
-
Infrastruktur Digital Jadi Penentu Bisnis Ritel dan F&B
-
Penampakan Xiaomi 17 Ultra Leica Edition Versi Global Terungkap Jelang Perilisan
-
17 HP Murah Redmi dan POCO dapat HyperOS 4 Berbasis Android 17, Ada Fitur Baru
-
MPL ID Season 17 Kapan Dimulai? Ini Bocoran Jadwal dan Roster Tim Mobile Legends
-
Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
-
Oppo Find N6 Segera Rilis: Lipatan Makin Tipis, Kamera 200MP dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
50 Kode Redeem FF Terbaru 24 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan Gratis
-
5 Cara Menghidupkan dan Mematikan Layar HP Xiaomi Tanpa Tombol
-
33 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 24 Februari 2026, Siap Sambut Event Capped Legends