Suara.com - Misi Chang'e menjadi salah satu ambisi keras China guna menyaingi NASA. Sedang ramai dibicarakan dan menjadi sorotan dunia, apa itu misi Chang'e?
Chang’e adalah serangkaian misi yang dikembangkan oleh China National Space Administration (CNSA) untuk lebih dalam melakukan penelitian pada Bulan.
Misi canggih yang menjadi kebanggaan China ini berhasil mengungkap banyak hal tersembunyi guna mengetahui banyak hal terkait Bulan.
Chang'e menjadi misi serius China untuk berlomba di luar angkasa. Misi ini pertama kali meluncur pada tahun 2007 lalu dan sudah berhasil mengungkap banyak hal penting.
Misi ini berhasil mendarat di sisi terjauh Bulan dan membawa sampel tanah kembali ke Bumi. Pencapaian ini menjadi bukti kemajuan teknologi China untuk mengeksplorasi banyak hal.
Sejarah dan perkembangan misi Chang'e
Mengejutkan banyak pihak, misi Chang’e pertama kali dimulai dengan Chang’e 1 yang diluncurkan pada 2007 sebagai satelit pengorbit Bulan.
Setelah itu, berturut-turut diluncurkan Chang’e 2, Chang’e 3, dan Chang’e 4 yang masing-masing memiliki tugas khusus, termasuk mengirim rover untuk menjelajahi permukaan Bulan.
Momen yang paling bersejarah ini adalah ketika Chang'e 4 sukses menjadi wahana pertama yang berhasil mendarat di sisi jauh Bulan pada tahun 2019 lalu.
Baca Juga: Viral Ibu Bagi-Bagi ASI saat Bulan Ramadan sampai Ditegur Tokoh Agama, Begini Klarifikasinya
Prestasi ciamik berikutnya dari misi Chang'e ini terjadi pada tahun 2020 lalu. Chang'e 5 kala itu berhasil membawa sampel tanah dan batuan Bulan untuk bisa kembali ke Bumi.
Berdasarkan sejarah, misi membawa sampel tanah dan batuan Bulan untuk kembali ke Bumi hanya terjadi pada era Apollo NASA beberapa waktu lalu. Kehadiran sampel tanah dan batuan ini digunakan untuk memahami sejarah geologi Bulan.
Hingga saat ini, misi Chang'e memang dianggap berhasil. Keberhasilan Misi Chang’e membuktikan bahwa China telah menjadi pemain utama dalam eksplorasi luar angkasa.
Setelah ini, China juga merencanakan misi berawak ke Bulan dalam dekade mendatang. Data yang dikumpulkan dari Chang’e juga membuka kemungkinan pembangunan pangkalan permanen di Bulan untuk eksplorasi lebih lanjut.
Temuan tidak terduga misi Chang'e di Bulan
Temuan tidak terduga juga berhasil diungkap oleh misi Chang'e. Terbaru, Chang'e 6 berhasil mengungkap fakta mengejutkan mengenai kemunculan lautan magma di sisi jauh Bulan.
Penemuan tidak biasa di sisi jauh Bulan ini memang begitu luar biasa. Pasalnya, sisi ini selalu berada membelakangi Bumi.
Berdasarkan temuan Chang'e, diketahui Bulan pernah memiliki aktivitas vulkanik intensif yang terjadi sekitar miliaran tahun lalu. Hal ini menjawab teka-teki terkait pembentukan Bulan dan hubungannya dengan Bumi.
Chang'e-6 menemukan bukti bahwa bulan pernah memiliki lautan magma. Analisis sampel batuan menunjukkan komposisi mineral yang hanya terbentuk dalam kondisi vulkanik ekstrem.
Penemuan fantastis Chang'e ini membuat misi ini dikenal sebagai salah satu hal yang sukses mengubah sejarah ilmu antariksa selama beberapa waktu.
Kelanjutan misi Chang'e
China tidak berhenti di Chang'e-6. Rencananya, Chang'e-7 dan Chang'e-8 akan segera dimulai untuk mempelajari kutub bulan guna mencari keberadaan air es. China juga sedang mempersiapkan misi berawak dan pembangunan stasiun penelitian Bulan bersama Rusia.
Jika berhasil, ini akan menjadi pertama kalinya manusia membangun habitat di luar Bumi. Misi Chang'e bukan cuma tentang eksplorasi, tapi juga membuka peluang kolonisasi Bulan di masa depan.
Selain prestasi teknologi, misi ini memperkaya pengetahuan umat manusia tentang bulan. Data dari Chang'e membantu penelitian internasional, termasuk persiapan misi Artemis NASA.
Dengan temuan terbarunya, Chang'e-6 membuktikan bahwa bulan masih menyimpan banyak misteri yang menunggu untuk diungkap seiring berjalannya waktu.
Berita Terkait
-
Jadi Film Terlaris Sepanjang Masa, Sutradara Beber Target Rilis Ne Zha 3
-
5 Rekomendasi Drama China Dibintangi Yao Chen, Terbaru Ada Fight for Beauty
-
Sinopsis With Love with You, Drama China Terbaru Tong Yao dan Zhou Yi Ran
-
Australia Bungkam China 2-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Socceroos Lanjutkan Tren Positif
-
4 Drama China Dibintangi Tiffany Tang, Terbaru Ada A Moment but Forever
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Harga Sewa iPhone Jelang Lebaran 2026, Modal Rp300 Ribu Bisa Bawa 15 Pro Max saat Mudik
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
Lonjakan Trafik Ramadan 2026, XLSMART Siapkan Jaringan dan Paket Data XL, AXIS, hingga XL SATU
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026
-
21 Kode Redeem FC Mobile 27 Februari 2026, Banjir Gems dan Pemain OVR 117
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Terpopuler: 5 Pilihan Merek HP Awet, Harga Samsung Galaxy S26 Series di Indonesia
-
Trending di Steam, Sea of Remnants Bakal Menjadi Game RPG Gratis Tahun Ini
-
67 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 26 Februari: Sikat Skin Trogon dan Mythos Fist