Carlos Oliver Mosquera melihat, jika regulator dapat merilis spektrum ini secara bersih, hal ini akan menjadi perubahan besar.
Menurutnya, hal ini memungkinkan karena semua spektrum tersebut merupakan alokasi greenfield.
"Dengan demikian, operator dapat memperoleh spekturum berkualitas tinggi yang akan meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan, tambah dia.
Indeks tahun ini menunjukkan bahwa penetrasi 5G meningkat, tetapi komersialisasi melambat.
Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Singapura menduduki lima besar dan penetrasi di Malaysia melebihi 50 persen.
Amerika Serikat (skor Indeks 8.3) mempertahankan posisi nomor satu berkat ketersediaan dan penetrasi 5G yang tinggi, penawaran komersial yang ambisius oleh operator termasuk sejumlah API canggih, dan munculnya ekosistem digital.
Australia (7.4) mempertahankan penetrasi tinggi meskipun komersialisasi melambat.
Infrastruktur yang kuat dan fokus pada jaringan privat telah menjadikan Australia tetap kompetitif.
Spanyol (7.3) memiliki penetrasi 5G yang tinggi. Kemitraan strategis Spanyol dan investasi dalam API jaringan telah memungkinkan komersialisasi 5G yang sukses, sehingga menjadikan Spanyol sebagai pemimpin di Eropa.
Baca Juga: Realme Siap Kenalkan HP 5G Murah Terbaru di Indonesia, Siap Tandingi Samsung Galaxy A06?
Singapura (7.3) mendapat manfaat dari fokus strategis pada kesiapan digital dan penerapan low-band.
Investasi Singapura dalam infrastruktur Smart City) dan integrasi layanan digital telah mendorong adopsi 5G secara luas, dan menempatkannya sebagai pemimpin regional.
Finlandia (7.1) telah mencapai penetrasi yang baik dengan ekosistem digital yang matang dan cakupan 5G yang kuat.
Jika melihat ke negara-negara di Asia Tenggara, pertumbuhan teknologi 5G beragam.
Adopsi 5G masih menjadi tantangan bagi Indonesia, dengan tingkat penetrasi hanya 2 perseb sejak diluncurkan pada 2021.
Hal ini disebabkan oleh jumlah stasiun pemancar dan jaringan fiber optic yang tidak memadai serta ketersediaan frekuensi yang terbatas.
Lain lagi dengan Malaysia jaringan grosir tunggalnya, telah mencapai lebih dari 80 persen cakupan populasi dalam waktu hanya tiga tahun.
Negara ini tengah mengupayakan jaringan kedua untuk memicu persaingan dan mempercepat adopsi 5G.
Malaysia juga baru saja mengumumkan tingkat penetrasi yang mendekati 55 persen.
Sementara operator-operator utama di Thailand telah meluncurkan tiga kelas spektrum dan terus berinovasi, dengan sebagian besar memperkenalkan API jaringan.
Termasuk konektivitas tingkat lanjut, yang menjadikannya sebagai negara menerima perhatian dalam segi inovasi.
“Indonesia juga dapat melampau pasar lain dalam hal adopsi pelanggan. Harga perangkat kini jauh lebih rendah dibandingkan ketika negara-negara lain memulai perjalanan adopsi mereka," kata kata Varun Arora, Managing Partner Kearney untuk Asia Tenggara.
Menurutnya, konsumsi data per pelanggan di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan pasar yang sejenis, misalnya, GB/pelanggan di Indonesia saat ini 40 persen lebih rendah daripada di Thailand.
Dengan dukungan 5G, dia menambahkan, konsumsi data per pelanggan bisa meningkat dari 13 Gb/pelanggan saat ini menjadi 42 Gb/pelanggan pada 2030, lebih dari tiga kali lipat.
Menurutnya, jika kita menggabungkan peningkatan adopsi yang lebih tinggi dengan ketersediaan spektrum berkualitas, Total Cost of Ownership (TCO) dari jaringan 5G mungkin lebih baik daripada jaringan 4G.
"Hal ini juga menjadi penting karena sebagian besar operator global menghadapi tantangan untuk mendapatkan imbal hasil yang baik dari investasi mereka dalam spektrum 5G," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Vivo Y300i 5G Bawa Baterai 6.500 mAh dan RAM 12 GB, Segini Skor AnTuTu-nya
-
Perbandingan Spesifikasi HONOR X9C vs vivo V40 Lite 5G, Duel HP Baru Rp 4 Jutaan
-
Perbandingan Spesifikasi HONOR X9C vs Redmi Note 14 Pro 5G, Duel HP baru Rp 4 Jutaan
-
MediaTek Dimensity 8400 Ultra Jadi Otak POCO X7 Pro 5G, Tawarkan Performa Gaming dan AI
-
Perbandingan Spesifikasi POCO X7 Pro 5G vs POCO X6 Pro 5G: Mana yang Lebih Worth It di Harga Rp 4 Jutaan?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Bocoran Spesifikasi Gahar Xiaomi Redmi Note 17: Baterai 8000 mAh, Kapan Rilis di Indonesia?
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
30 Kode Redeem FF Terbaru 12 Juli 2026: Klaim Skin dan Voucher Langka Sebelum Hangus
-
Teknologi untuk Bumi: Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Jadi 600 Pohon di Habitat Elang Jawa
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
Mau Beli HP Baru Murah? Cek 8 Toko Online Terpercaya Ini Biar Gak Dapat Barang Palsu!
-
5 Kebiasaan yang Bisa Kamu Tinggalkan Setelah Pakai vivo Y500, Nomor 2 Dilakukan Hampir Semua Orang