Suara.com - Transfer gaya dengan menerapkan filter gaya pada gambar, merupakan teknologi yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Dengan model bahasa-visi multimoda, seperti GPT-4o oleh OpenAI, teknologi ini kembali populer, sehingga memicu minat baru.
Sejak aplikasi transfer gaya ini, seperti Prisma atau Vinci, menjadi populer sebagai aplikasi seluler dengan pemrosesan yang terjadi di cloud menggunakan jaringan neural besar, sehingga perdebatan privasi terus berlanjut.
Asisten percakapan, seperti ChatGPT, karena format obrolannya, dapat memberikan kesan kerahasiaan yang salah yang kita harapkan dari korespondensi pribadi.
Namun, menggunakannya untuk keperluan pekerjaan dan rekreasi, seperti membuat potret bergaya, tidak berbeda dengan menggunakan layanan daring lainnya.
"Cara mereka memproses data, dan apa yang dapat dilakukan operator mereka dengan masukan yang diberikan pengguna, biasanya diwujudkan dalam kebijakan privasi mereka," kata Vladislav Tushkanov, Group Manager , Kaspersky AI Technology Research Center, dalam keterangan resminya, Jumat (4/4/2025).
Menurutnya, meskipun sebagian besar perusahaan mapan memastikan keselamatan dan keamanan data yang mereka kumpulkan dan simpan, bukan berarti perlindungannya bersifat antipeluru.
"Karena masalah teknis atau aktivitas berbahaya, data dapat bocor dan menjadi konsumsi publik atau muncul untuk dijual di situs web bawah tanah khusus," imbuh dia.
Selain itu, Vladislav Tushkanov, menjelaskan, akun yang digunakan untuk mengakses layanan dapat diretas jika kredensial atau perangkat pengguna disusupi.
Baca Juga: Duel Tablet Premium: Samsung Galaxy Tab S10 FE+ Tantang iPad dengan Fitur AI dan Layar 13 Inci
Menurut pakar intelijen Kaspersky Digital Footprint, ada banyak unggahan di dark web dan forum peretas yang menawarkan akun pengguna curian untuk dijual layanan AI, yang mungkin berisi riwayat percakapan pribadi dengan chatbot.
Foto, terutama potret, adalah data sensitif, karena menyediakan sejumlah informasi tentang pengguna yang dapat digunakan oleh penjahat dunia maya, misalnya untuk menyamar sebagai mereka di media sosial.
Namun, foto saja hampir tidak dapat digunakan untuk melakukan penipuan – berbagai skema penipuan memerlukan informasi yang jauh lebih beragam tentang korban, seperti informasi pribadi, dokumen, dll.
"Menggunakan chatbot untuk membahas masalah pribadi, seperti keuangan atau kesehatan, dapat memberi penjahat dunia maya lebih banyak peluang untuk skema potensial, seperti spear phishing," ucapnya.
Untuk melindungi diri mereka sendiri, dia menjabarkan bahwa pengguna harus menggabungkan praktik keamanan standar dengan kewaspadaan dan akal sehat.
Berikut tips sederhana berupa cara menjaga data pribadi di tengah viral foto dengan teknologi AI:
Berita Terkait
-
Meta Kenalkan Fitur Imagine dan Karakter AI ke Indonesia, Apa Itu?
-
Bocoran AI Home Samsung! Intip Kecanggihan Perangkat Rumah Tangga Masa Depan
-
Canggih! Juara MasterChef Indonesia Cheryl Gunawan Pakai Teknologi AI untuk Memasak
-
MediaTek Hadirkan Platform IoT Genio 720 dan Genio 520, Spesial untuk Aplikasi AI Generatif
-
Telkomsel Hadirkan Lebih dari 200 BTS 5G di Surabaya, Kecepatan Maksimum Tembus 480 Mbps
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan