- Banjir bandang melanda dua kecamatan di Kabupaten Tanggamus akibat hujan lebat pada Selasa lalu.
- Bencana tersebut merusak puluhan rumah, fasilitas umum, lahan pertanian, serta memutus satu unit jembatan.
- Genangan air kini sudah surut sepenuhnya dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Suara.com - Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang yang menerjang dua kecamatan di Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (22/9) sekitar pukul 02.00 WIB.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan ratusan keluarga terdampak tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Kota Agung Barat dan Kecamatan Sumberejo.
"Banjir melanda Desa Belu, Negara Batin, Kenyangan, dan Teba Bunuk di Kecamatan Kota Agung Barat, serta Desa Argopeni dan Desa Margodadi di Kecamatan Sumberejo," kata Berton di Jakarta, Rabu.
Selain berdampak terhadap permukiman warga, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas umum dan menggenangi area produktif masyarakat.
BNPB mencatat 53 rumah warga terdampak. Kerusakan juga terjadi pada dua fasilitas pendidikan dan tiga fasilitas ibadah.
Dampak banjir turut meluas ke lahan perkebunan dan pertanian. Sekitar 50 hektare lahan perkebunan serta lima hektare lahan pertanian terdampak banjir.
Satu unit jembatan juga dilaporkan terputus atau terdampak akibat bencana tersebut.
Meski menimbulkan kerusakan, kondisi banjir kini telah berangsur normal. Genangan air di seluruh titik terdampak dilaporkan sudah surut sepenuhnya.
"Kondisi genangan air di seluruh titik terdampak telah surut sepenuhnya dan masyarakat yang sempat mengungsi telah berangsur kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan material pascabencana," kata dia.
Tim reaksi cepat masih disiagakan di lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan dampak, serta membantu pengerahan bantuan darurat bagi warga terdampak.
Petugas juga masih melakukan penanganan pascabencana di sejumlah lokasi yang terdampak banjir bandang.