Isi boks Redmi Pad SE 8.7 meliputi unit tablet, adaptor charger 10W, kabel USB-C, panduan singkat, garansi, hingga ejector untuk melepas slot MicroSD. Perlu dicatat kalau tablet ini sebenarnya mendukung charger 18W, sayang hanya diberikan 10W.
Layar
Redmi Pad SE 8.7 mengusung layar LCD seluas 8.7 inci, resolusi 1340 x 800 piksel, refresh rate 90Hz, kecerahan maksimum 600 nits, rasio aspek 5:3, rasio screen to body 84,41 persen, dan menampung 1 miliar warna.
Dari ukuran rasio layar ke bodi itu, Redmi Pad SE 8.7 memiliki bezel cukup tebal. Namun ketebalannya tidak simetris di segala sisi, melainkan lebih menonjol pada sisi atas dan bawahnya.
Bagi saya layarnya memang cukup kecil untuk sebuah tablet, tapi lebih besar apabila dibanding smartphone biasa. Ada kepuasan tersendiri saat dipakai browsing internet, menonton video YouTube, hingga scroll TikTok. Sebab tampak lebih enak bagi saya yang biasa melakukan itu dari layar smartphone, tapi kebesaran jika dilihat dari tablet biasa.
Refresh rate 90Hz juga membuatnya mulus saat dipakai untuk menjelajahi dunia digital.
Redmi Pad SE 8.7 ini juga amat memuaskan saat saya gunakan untuk membaca buku digital atau e-book. Saya yang biasa baca dari laptop atau tablet 11 inci, kini sudah menemukan solusi untuk perangkat lebih ringan dan portabel.
Kamera
Redmi Pad SE 8.7 memiliki satu kamera belakang 8MP yang dipasangkan dengan lampu flash LED. Sedangkan kamera depannya beresolusi 5MP.
Baca Juga: Vivo X200 Ultra Meluncur 21 April, Bareng Tablet hingga Smartwatch
Sudah rahasia umum kalau komponen kamera hanya sekadar pelengkap untuk sebuah tablet. Ada bagus, tidak ada pun tidak masalah. Nah itulah yang diterapkan di Redmi Pad SE 8.7.
Lagipula siapa yang menggunakan tablet untuk foto dan rekam video kalau sudah ada smartphone? Mungkin itu yang ada di benak Xiaomi untuk tablet ini, dan saya sepakat akan hal tersebut.
Kamera belakang 8MP Redmi Pad SE 8.7 sebenarnya masih oke jika dipakai untuk memotret di luar ruangan kondisi siang hari. Namun seolah tidak konsisten, ada beberapa foto yang berhasil merekam gambar dengan apik, tetapi kadang-kadang juga warnanya terlihat pudar.
Misalnya untuk memfoto objek berupa gedung di bawah matahari terik, warna bangunan bisa tertangkap jernih dengan latar langit biru. Tapi jika memotret bagian depan restoran dari jarak dekat, warnanya justru kurang greget.
Kamera Redmi Pad SE 8.7 lemah jika dipakai memotret di malam hari. Cahaya lampu berbayang, warna tak tertangkap jelas, objek seperti bangunan pun buram.
Untuk kamera selfie 5MP pun demikian, cenderung bakal terpakai saat kalian sedang rapat online dan menampilkan wajah di antara peserta.
Berikut hasil kamera Redmi Pad SE 8.7
Performa
Redmi Pad SE 8.7 diperkuat prosesor MediaTek Helio G85 yang dipasangkan dengan RAM LPDDR4X 4GB dan ROM EMMC 5.1 hingga 128GB. Sistem operasinya sudah HyperOS berbasis Android U alias Android 14.
Sekadar tips, jika Redmi Pad SE 8.7 ini terasa lemot atau berat membuka aplikasi, kalian bisa mengaktifkan fitur RAM extension dan pilih opsi 4GB. Begitu pula jika memori internalnya kurang, kalian bisa menggunakan kartu MicroSD untuk menambah kapasitas tambahan hingga 2TB.
Saat performanya diuji di aplikasi benchmark, skor AnTuTu Redmi Pad SE 8.7 mencapai 268.099. Tidak mengherankan mengingat ini tablet entry-level yang dibanderol sejutaan saja.
Tablet ini masih lancar untuk dipakai kegiatan ringan berupa browsing internet, menjelajahi media sosial seperti Instagram dan TikTok, hingga menonton video online dari YouTube.
Begitu pula untuk memainkan game-game casual yang sudah terpasang otomatis di tablet. Tapi mulai terasa ketika bermain game online seperti Mobile Legends.
Redmi Pad SE 8.7 sebenarnya bisa memainkan Mobile Legends dengan opsi Frame Rate 'Tinggi' dan Grafis 'Sedang'. Di menit-menit awal game bisa dimainkan dengan lancar. Namun di game kedua dan seterusnya, mulai terasa patah-patah hingga kurang responsif saat penekanan tombol.
Redmi Pad SE 8.7 juga menghadirkan baterai besar 6.650mAh yang bisa tahan seharian, bahkan lebih jika untuk pemakaian ringan. Hal yang disayangkan justru charger, di mana Xiaomi hanya memberikan adaptor 10W alih-alih tablet ini sudah mendukung kecepatan 18W.
Saat kami tes dengan charger 18W, baterai Redmi Pad SE 8.7 memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk pengisian daya 0 ke 100 persen. Sementara adaptor bawaan 10W bisa memakan waktu hingga 3 jam lebih.
Kesimpulan
Kehadiran Xiaomi Redmi Pad 8.7 SE seolah memberikan angin segar untuk para penggemar tablet compact, ringkas, mini, mungil, apa pun namanya. Lebih lagi harganya cuma sejutaan, menambah daya tarik baru untuk segmen tablet yang beragam saat ini.
Xiaomi sepertinya sukses membidik kekosongan pangsa pasar para penyuka tablet mini, namun harganya murah. Saya tak akan heran jika Redmi Pad SE 8.7 menjadi calon produk gaib terbaru.
Tablet ini menawarkan keunggulan berupa desainnya yang compact, ringan, portabel dibawa ke mana-mana karena muat di tas kecil. Layarnya mulus untuk jelajah aplikasi, hingga nyaman untuk mereka yang gemar membaca ebook.
Tak perlu lagi kalian membeli produk e-reader seperti Kindle yang hanya bisa dipakai untuk membaca buku digital. Redmi Pad SE 8.7 menyediakan fungsibilitas lebih kaya sebagai tablet Android.
Namun seperti disebutkan di atas, Redmi Pad SE 8.7 juga memiliki kelemahan. Kamera yang seadanya, performa standar, hingga charger bawaan yang hanya 10W. Kalian juga perlu aksesori tambahan seperti case, pelindung layar, hingga keyboard dan stylus pen apabila benar-benar diperlukan.
Dengan plus minus di atas, Redmi Pad SE 8.7 masih layak untuk dibeli. Xiaomi menjual tablet ini dengan harga Rp 1.599.000 untuk memori 4/128GB dengan pilihan warna Graphite Gray, Aurora Green, dan Sky Blue.
Berita Terkait
-
Vivo X200 Ultra Meluncur 21 April, Bareng Tablet hingga Smartwatch
-
Vivo Segera Rilis 6 Perangkat Anyar: Ada HP Flagship hingga Tablet
-
Review Anime Ranma 1/2, Komedi Klasik dengan Sentuhan Modern
-
Xiaomi Umumkan Perbaikan Bug Baru untuk HyperOS 2
-
Terkonfirmasi Lin Bin, Xiaomi 15S Pro Akan Dilengkapi Chipset Bikinan Sendiri
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation