Tekno / Gadget
Kamis, 10 April 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi iphone 15 Pro [Suara.com/Muhammad Yunus]

Penipu tidak perlu meretas sistem dengan cara rumit. Mereka cukup memanfaatkan data residual yang tertinggal, seperti cache aplikasi, data yang tersimpan otomatis, atau bahkan backup akses ke sistem operasi dari pengguna sebelumnya.

Dalam hitungan menit, pelaku bisa mengambil alih akun seseorang, sebuah metode yang dikenal sebagai Account Takeover (ATO).

Sebagai penyedia layanan identitas digital bersertifikasi, VIDA terus mendorong masyarakat agar lebih sadar dan hati-hati saat menggunakan perangkat yang bukan miliknya.

Apalagi saat mengakses layanan penting seperti perbankan, marketplace, atau media sosial.

Fakta yang disampaikan dalam whitepaper VIDA berjudul “Where’s The Fraud? The State of Authentication and Account Takeovers in Indonesia” memperkuat kekhawatiran ini.

Disebutkan bahwa:

- 97 persen perusahaan di Indonesia mengalami insiden Account Takeover dalam 12 bulan terakhir.

- 67 persen konsumen menjadi korban transaksi tidak sah di akun digital mereka.

- 71 persen dari insiden tersebut berdampak langsung pada kerugian finansial.

Baca Juga: Pakai Dynamic Island dan Camera Button, Honor 400 Lite Bawa Tampilan Mirip iPhone

Dalam sebagian besar kasus, pelaku memanfaatkan akses dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenali oleh sistem, seperti ponsel sewaan.

Untuk itu, VIDA memberikan sejumlah langkah pencegahan yang penting diterapkan masyarakat:

1. Jangan menyimpan informasi sensitif seperti password, PIN, atau data perbankan di perangkat sewaan.

2. Lakukan factory reset sebelum dan sesudah menggunakan perangkat sewaan untuk menghapus semua jejak data pribadi.

3. Hindari login akun penting di perangkat sewaan, terutama akun yang berkaitan dengan keuangan atau identitas digital.

4. Gunakan autentikasi ganda (two-factor authentication) agar meskipun akun dicoba diakses dari perangkat asing, tetap ada lapisan keamanan tambahan.

5. Cek kembali pengaturan keamanan akun secara berkala untuk memastikan tidak ada perangkat asing yang masih terhubung.

Di tengah maraknya tren gaya hidup digital dan keinginan untuk tampil maksimal saat hari raya, masyarakat diimbau untuk tetap cerdas dan waspada.

Jangan sampai momen kebahagiaan justru berubah menjadi bencana digital hanya karena kurang berhati-hati dalam menggunakan perangkat sewaan.

Ingat, keamanan data pribadi adalah tanggung jawab kita sendiri. Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian.

Jadi, kalau pun ingin menyewa smartphone saat Lebaran, pastikan kamu juga menyewa dengan kesadaran digital yang tinggi.

Load More