GPU tersebut dioptimalkan untuk AEC (architecture, engineering, construction) dan inferensi workstation, menawarkan stabilitas dan kinerja melalui berbagai sertifikasi independent software vendor (ISV)dan software yang dioptimalkan.
GPU Intel Arc Pro B-Series kompatibel dengan driver konsumen dan profesional di Windows.
Di Linux, GPU ini mendukung software stack terkontainerisasi untuk menyederhanakan penerapan AI, dan akan terus ditingkatkan dengan fitur dan pengoptimalan.
Dengan menggabungkan kapasitas memori yang besar dan kompatibilitas dengan software utama, Intel Arc Pro B-Series menawarkan creator dan pengembang AI solusi yang scalable dan hemat biaya.
Intel juga meluncurkan platform workstation berbasis Intel® Xeon® yang bisa dikonfigurasi (dengan nama kode Project Battlematrix) yang didesain untuk mengurangi kendala yang dihadapi pengembang AI.
Ia mendukung hingga delapan GPU Intel Arc Pro B60 24GB untuk memungkinkan model AI berukuran sedang (hingga 150 miliar parameter) dan akurat dengan video random-access memory hingga 192GB.
“Intel Arc Pro B-Series menunjukkan komitmen Intel terhadap teknologi GPU dan kemitraan ekosistem,” kata Vivian Lien, vice president dan general manager Client Graphics Intel.
Menurutnya, dengan kecanggihan arsitektur X e 2 dan ekosistem software yang berkembang, GPU Arc Pro terbaru menghadirkan akses dan skalabilitas untuk perusahaan kecil dan menengah yang mencari solusi yang spesifik.
GPU Intel Arc Pro B60 akan tersedia dari mitra add-in board termasuk namun tidak terbatas pada ASrock, Gunnir, Lanner, Maxsun, Onix, Senao, dan Sparkle mulai Juni 2025.
Baca Juga: Prosesor AMD EPYC 4005 Series Meluncur, Efisien dan Mudah Digunakan
GPU Intel Arc Pro B50 akan tersedia di reseller resmi Intel mulai Juli 2025.
Intel Gaudi 3 Mendukung Penerapan PCIe dan Rack Scale
Memperluas strategi AI-nya, Intel memperkenalkan adanya opsi baru untuk penerapan akselerator AI Intel Gaudi 3.
Kartu Intel Gaudi 3 PCIe mendukung inferensi AI yang scalable dalam lingkungan server pusat data yang ada.
Dengan menggunakan model AI seperti Llama, pelanggan mulai dari bisnis kecil hingga enterprise besar bisa mendapatkan keuntungan dari fleksibilitas untuk menjalankan model Llama 3.1 8B hingga Llama 4 Scout atau Maverick dalam skala penuh karena tersedianya konfigurasi yang dapat diskalakan.
Kartu Intel Gaudi 3 PCIe akan tersedia pada paruh kedua 2025.
Desain referensi sistem rack scale Intel Gaudi 3 dibangun dengan fleksibilitas dan skalabilitas, mendukung hingga 64 akselerator per rak dan menawarkan memori bandwidth tinggi sebesar 8,2 terabytes (TB).
Desain modular yang terbuka membantu menghindari vendor lock-in.
Dengan pendingin cair, sistem ini memberikan kinerja yang kuat dan membantu menjaga total biaya kepemilikan (TCO) tetap terkendali.
Arsitektur rack scale pada Intel Gaudi dioptimalkan untuk menjalankan model AI besar dan andal dalam menjalankan inferensi secara real time dengan performa berlatensi rendah.
Konfigurasi ini menegaskan komitmen Intel terhadap infrastruktur AI yang terbuka, fleksibel, dan aman, mendukung desain kustom dan Open Compute Project (OCP) untuk penyedia pelayanan cloud (cloud service providers/CSPs).
Sementara itu, setelah debutnya di CES 2025, Intel AI Assistant Builder – framework software yang terbuka dan ringan untuk membangun dan menjalankan agen AI kustom secara di lokal di AI PC berbasis Intel, kini sudah tersedia dalam beta release untuk publik di GitHub.
Dengan solusi inovatif baru yang diluncurkan di Computex oleh Acer dan ASUS sebagai contoh, Intel AI Assistant Builder memungkinkan para pengembang dan mitra menciptakan dan menerapkan agen AI dengan cepat untuk organisasi dan pelanggan langsung mereka.
Berita Terkait
-
Intel Luncurkan Prosesor Xeon 6 dengan Performance-cores, Pemprosesan AI Dua Kali Lebih Tinggi
-
RedmiBook Pro (2025) Diprediksi Jadi PC AI, Pakai Prosesor Kencang
-
iPhone 16e Resmi Meluncur Pakai Chip A18, Harga Murah Mulai Rp 9 Jutaan
-
NVIDIA dan MediaTek Diprediksi Garap Chip AI Ponsel, Siap Saingi Qualcomm
-
3 Hero Mobile Legends Terbaik untuk Duet dengan Chip, Kombinasi OP saat Push Rank
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Solar Panel Terbaik untuk Cadangan Daya Listrik di Rumah, Harga Mulai Rp18 Ribuan
-
Harga Redmi K90 Ultra Hampir Setara POCO X8 Pro Max, tapi 'Rasa Snapdragon'
-
Pre-Order GTA 6 Resmi Hadir Pekan Ini: Bocoran Harga dan Cuplikan Anyar Beredar
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026