Suara.com - Di bawah ini adalah beberapa rekomendasi kamera analog murah yang bisa Anda jadikan referensi.
Belakangan, kamera analog memang sedang naik daun. Hal tersebut lantaran hasil kamera bertema retro dianggap keren oleh milenial dan Gen Z akhir-akhir ini.
Jika saat ini Anda sedang mempertimbangkan membeli kamera analog, maka simak beberapa rekomendasi Suara.com di bawah ini untuk memilih yang terbaik di antaranya.
Rekomendasi Kamera Analog Murah
Dirangkum Suara.com dengan harga bekas beradasaran ecommerce Tokopedia, berikut ini jajaran rekomendasi kamer analog murah.
1. Canon AE-1
Canon AE-1 ideal untuk pemula dan sangat mudah digunakan. Program Canon AE-1 memiliki pengaturan manual dan otomatis, serta relatif ringan.
Lensa dan aksesori tambahan mudah dan murah didapatkan untuk kamera ini , artinya Anda dapat menambahkan aksesori dan membuat perangkat lengkap dengan mudah.
Harga bekas kamera analog Canon AE-1 mulai dari sekitar Rp 1,2 jutaan.
Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Android Terbaik Harga Rp2 Jutaan 2025: Layar AMOLED, Kamera 108 MP!
2. Pentax K1000
Kamera analog Pentax K1000 ini menggunakan baterai LR44 dan memberikan pembacaan meter yang andal dan mudah dipahami.
Lensa Pentax Takumar tajam, memiliki reproduksi warna yang hebat, dan jika dipasangkan dengan kamera ini, kamera ini memberikan titik awal yang stabil dan andal bagi fotografer mana pun.
Harga bekas kamera analog Pentax K1000 mulai dari sekitar Rp 1,7 jutaan.
3. Minolta X700
Minolta X-700 adalah SLR fokus manual 35mm yang dianggap berada dalam keluarga yang sama dengan Pentax K1000 dan setara dengan Canon AE-1.
Kamera ini dirancang untuk menarik minat banyak fotografer dan terus melakukan hal itu. Dengan demikian, kamera ini merupakan pilihan yang tepat sebagai kamera film tingkat menengah dan pemula.
Harga bekas kamera analog Minolta X-700 mulai dari sekitar Rp 2 jutaan.
4. Nikon FE2
Nikon FE2 adalah kamera SLR 35mm manual yang dirilis pada tahun 1983, dirancang untuk fotografer yang menginginkan kombinasi antara kendali manual penuh dan kemudahan penggunaan.
Kamera ini menggunakan mount lensa Nikon F, kompatibel dengan banyak lensa manual Nikon.
E2 dilengkapi mode aperture priority (prioritas diafragma), yang memungkinkan pemula belajar tentang efek depth of field tanpa harus langsung mengatur shutter speed secara manual.
Pengukur cahaya TTL dengan tampilan jarum di viewfinder membantu memahami pencahayaan dengan jelas dan intuitif.
Bodinya terbuat dari logam yang kokoh, dan mekanisme rana elektroniknya akurat serta andal. Kamera ini cocok untuk pemula karena menawarkan transisi yang mulus dari mode otomatis ke kontrol manual.
Harga bekas kamera analog Nikon FE2 mulai dari sekitar Rp 2 jutaan.
5. Minolta SR-T 101
Kamera ini dilengkapi dengan mount lensa Minolta SR (bayonet), kompatibel dengan banyak lensa Rokkor berkualitas tinggi.
Karena seluruh pengaturannya bersifat manual, kamera ini sangat cocok untuk pemula yang ingin memahami dasar-dasar fotografi seperti eksposur, aperture, dan shutter speed secara mendalam.
Harga bekas kamera analog Minolta SR-T 101 mulai dari sekitar Rp 700 ribuan.
6. Rolei 35
Rolei 35 menggunakan lensa berkualitas tinggi, seperti Tessar 40mm f/3.5 atau Sonnar 40mm f/2.8, dengan hasil gambar yang tajam dan kontras baik.
Rollei 35 memiliki pengatur aperture, shutter speed (hingga 1/500 detik), dan fokus manual, semuanya dioperasikan secara mekanis, tidak membutuhkan baterai kecuali untuk pengukur cahaya selenium (pada model tertentu) atau CdS (pada model lain).
Dengan desain lipat dan bodi logam yang solid, kamera ini mudah dibawa ke mana saja.
7. Minolta Dynax 600si Classic
Minolta Dynax 600si Classic (juga dikenal sebagai Maxxum 600si di beberapa wilayah) adalah kamera SLR 35mm autofocus yang dirilis pada pertengahan 1990-an, dirancang untuk memberikan pengalaman manual klasik dengan teknologi modern.
Kamera ini menggunakan mount Minolta A (AF), kompatibel dengan berbagai lensa autofocus Minolta dan Sony A-mount. Fitur unggulannya termasuk autofokus cepat, pengukur cahaya TTL, dan built-in flash. Kamera ini mendukung berbagai mode eksposur seperti program, aperture priority, shutter priority, dan manual,
5 Alasan Mengapa Anda Perlu Mempertimbangkan Kamera Analog
- Anda akan mendapatkan hasil foto dengan gaya lama. Ini disebut "old school" tetapi menjadi tren lagi saat ini. Kamera analog menghasilkan negatif asli dan Anda dapat membuat cetakan dalam jumlah tak terbatas.
- Setiap cetakan yang dikembangkan di kamar gelap bersifat unik. Sangat sulit untuk membuat dua cetakan yang serupa. Selain hasil kamera digital yang hasilnya selalu identik. Itulah sebabnya Anda secara otomatis diatur untuk membuat gambar yang unik.
- Fotografi analog memberi Anda rentang dinamis yang lebih baik dalam semua jenis keadaan yang tidak selalu memungkinkan dengan kamera DSLR.
- Anda juga mendapatkan lebih banyak kedalaman, detail, dan rentang tonal. Rol film B&W indah dan masih tersedia saat ini. Cetakannya luar biasa dan pemirsa dapat melihat intensitas realitas yang lebih dalam.
- Pemrosesan foto analog sudah menjadi pengalaman tersendiri. Perasaannya sama sekali berbeda dari pemrosesan gambar digital.
Itulah beberapa rekomendasi kamera analog murah yang bisa Anda pertimbangkan untuk dibeli tahun ini.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi HP Android Terbaik Harga Rp2 Jutaan 2025: Layar AMOLED, Kamera 108 MP!
-
8 Rekomendasi HP Lipat Murah: Cicilan Mulai Rp666 Ribu per Bulan, Spek Flagship!
-
5 Rekomendasi HP Tahan Air Terbaik Rp2 Jutaan: Spek Dewa, Sertifikasi IP68
-
5 Rekomendasi HP Murah Rp 3 Jutaan dengan Baterai Jumbo, Terbaik Juni 2025
-
5 Rekomendasi HP 5G Terbaru Harga Rp 1 Jutaan, Internet Gacor Harga Hemat
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
-
Servis Elektronik Kini Bisa Dipantau Real Time Cukup dari Platform
-
Caviar iPhone 17 Pro Valentine Edition Rilis: iPhone Termahal 2026 Berlapis Berlian
-
Kenapa HP Muncul Iklan Terus? Ini 3 Rekomendasi Ponsel Bebas Iklan!
-
Bigmo Anak Siapa? Ferry Irwandi Panen Kritik Usai Undang Anak Koruptor ke Podcast
-
4 Game Baru Sega Siap Rilis hingga Maret 2027, Ini Bocorannya
-
67 Kode Redeem FF Terbaru 15 Februari 2026: Sikat Skin Angelic, Time Skipper, dan Diamond
-
7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
-
Cari HP Rp1 Jutaan yang Bagus untuk Main Game? Ini 7 Pilihan yang Bisa Jadi Andalan
-
POCO X8 Pro Max Lolos Sertifikasi IMDA dan TKDN, Bersiap ke Pasar Asia Tenggara