Sementara pada bulan Mei, akun WhatsApp menteri dalam negeri Malaysia diretas melalui penipuan phishing.
Langkah-langkah keamanan WhatsApp tidak salah dalam kedua kasus tersebut, meskipun ada beberapa dugaan bahwa kerentanan tertentu dalam proses enkripsi WhatsApp dapat mengekspos titik data yang lebih rendah, seperti dengan siapa pengguna berinteraksi, dan berapa lama, di aplikasi tersebut.
Tahun lalu, peneliti keamanan siber juga mengungkap potensi masalah dengan obrolan WhatsApp yang disimpan di perangkat Apple, meskipun hal itu kemudian ditangani oleh tim WhatsApp.
Sementara itu, Meta telah menegaskan kembali bahwa WhatsApp sepenuhnya dienkripsi, dan aman digunakan oleh staf pemerintah.
"Kami sangat tidak setuju dengan pernyataan Kepala Pejabat Administratif DPR. Kami tahu anggota dan staf mereka secara teratur menggunakan WhatsApp, dan kami berharap dapat memastikan anggota DPR dapat bergabung dengan rekan-rekan Senat mereka untuk melakukannya secara resmi," jelas Meta dilansir dari laman Social Media Today, Selasa (24/6/2025).
Meta lebih lanjut mencatat bahwa WhatsApp menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi daripada sebagian besar aplikasi dalam daftar yang disetujui CAO, dan seharusnya tidak menjadi sasaran peringatan ini.
Berdasarkan saran ahli, keamanan perlindungan pesan WhatsApp belum dipertanyakan, tetapi fakta bahwa kelompok siber dapat mengakses informasi tentang dengan siapa orang berinteraksi di aplikasi tersebut menjadi perhatian, yang dapat menjadi fokus dari dorongan terbaru ini.
Seberapa besar ancaman di bidang ini bergantung pada siapa yang ditanya, tetapi tampaknya WhatsApp sekarang perlu meyakinkan pejabat pemerintah bahwa aplikasi tersebut aman, dan bahwa semua potensi ancaman tersebut sedang ditangani.
Larangan Aplikasi Signal
Baca Juga: Selat Hormuz Batal Ditutup, Harga Emas Tiba-tiba Anjlok Hingga Level Terendah
Sebelumnya, larangan ini juga dialami aplikasi perpesan Signal yang juga terenkripsi ujung ke ujung.
Sempat menjadi pusat kontroversi baru-baru ini, di mana Pete Hegseth, menteri pertahanan, mengirim informasi terperinci tentang serangan yang direncanakan di Yaman ke setidaknya dua obrolan grup Signal pribadi.
Salah satu obrolan dibuat oleh Mike Waltz, penasihat keamanan nasional, dan melibatkan pejabat keamanan AS serta, tanpa sengaja, jurnalis majalah Atlantic Jeffrey Goldberg.
Obrolan lainnya dibuat oleh Hegseth sendiri, termasuk istrinya, saudaranya, dan sekitar selusin orang lainnya.
Pentagon sebelumnya telah memperingatkan karyawannya agar tidak menggunakan Signal karena adanya kerentanan teknis.
Menurut NPR, yang melaporkan bahwa "buletin khusus OPSEC" yang dilihat oleh reporternya dan dikirim pada tanggal 18 Maret mengatakan bahwa kelompok peretas Rusia dapat mengeksploitasi kerentanan dalam Signal.
Berita Terkait
-
Harga Emas Menguat Ditopang Pelemahan Dolar AS, Perang Dagang AS-China Berlanjut?
-
Sistem Layanan on Demand GoTo Kini Ditampung di Pusat Data Milik Perusahaan China
-
Studi: Energi Surya dan Angin Bisa Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pusat Data ASEAN 2030
-
Pembuktian Ijazah Jokowi Banyak Kejanggalan, Dokter Tifa Curiga Bareskrim Gunakan Data Palsu
-
Cek Promo Indomaret Khusus Paket Data dan Pulsa, Bonus Minyak Goreng hingga Sabun Cuci Piring
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
5 Tablet Snapdragon Terbaik untuk Multitasking, Performa Ngebut Tanpa Lag
-
3 Rekomendasi Smartwatch Samsung Termurah 2026, Fitur Canggih dan Stylish
-
21 Kode Redeem FC Mobile, Prediksi Kompensasi Mewah EA Usai Insiden Bug Voucher
-
4 Rekomendasi HP Paket Lengkap Kelas Entry dan Mid-Level, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
7 HP Snapdragon 8 Gen 2 Termurah 2026, Performa Flagship Harga Miring
-
25 Kode Redeem Free Fire, Siap-siap Nabung Diamond Buat Booyah Pass Bulan Depan
-
Redmi K90 Max Pamer Fitur Gaming: Dirancang untuk eSports, Delta Force pada 165 FPS
-
7 HP dengan Chipset Dimensity 7300 Termurah 2026, Performa Gaming Harga Cuma Rp2 Jutaan
-
Rockstar Games Umumkan Kebocoran Data Jelang Peluncuran GTA 6, Hacker Minta Bayaran
-
7 HP Gaming Murah Terbaru di Indonesia Q2 2026: Spek Gahar, Skor AnTuTu hingga 2 Juta