Suara.com - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui inisiatif Sisternet sukses menggelar program intensif Female Future Leader (FFL) batch 1 yang diikuti oleh lebih dari 70.000 mahasiswi dari seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 perempuan muda terpilih dinyatakan lulus dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekosistem digital masa depan Tanah Air.
Program yang berlangsung selama beberapa bulan ini menjadi bentuk nyata komitmen XLSmart dalam mencetak pemimpin perempuan masa depan di bidang teknologi dan kepemimpinan digital.
Momentum kelulusan dirayakan melalui seremoni virtual beberapa waktu lalu, dengan mengusung tema “Leading the Digital Frontier: Empowering Women to Shape Tomorrow’s Digital Ecosystem”.
Acara ini turut menghadirkan tokoh nasional serta pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan perempuan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, dalam sambutan daringnya menekankan pentingnya partisipasi aktif perempuan muda dalam pembangunan nasional.
Menurutnya, inisiatif seperti FFL merupakan langkah konkret mendukung misi negara dalam menciptakan kesetaraan gender, khususnya di sektor strategis seperti mendorong kepemimpinan perempuan, teknologi, dan digitalisasi.
Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perempuan untuk aktif dalam pendidikan, pelatihan, dan pengambilan keputusan publik.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa FFL bukan sekadar program, melainkan bagian dari gerakan nasional menuju ekosistem digital yang setara, serta menjadi agen perubahan sesama perempuan untuk dapat menjadi pemimpin.
Baca Juga: Indonesia Gaet Rusia demi 5G dan Internet Murah Rp 100 Ribu
“Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menciptakan solusi nyata untuk masyarakat. Di titik inilah peran XLSmart menjadi krusial," katanya dalam keterangan resminya pada Rabu 25 Juni 2025.
Dia menambahkan bahwa FFL batch 1 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kita menuju masa depan digital yang lebih inklusif.
"100 perempuan muda ini bukan hanya pemimpin masa depan, mereka adalah agen perubahan hari ini, yang dengan berani membentuk lanskap digital Indonesia dengan tujuan, inovasi, dan ketulusan hati”, jelas Rajeev lebih jauh.
Program FFL batch 1 telah berlangsung selama lima bulan, mengadakan beragam sesi sosialisasi seperti Sisternet Goes to Campus dan Instagram Live, di lebih dari 20 universitas dan dihadiri peserta dengan total lebih dari 70.000 mahasiswi.
Kemudian terpilih 100 penerima manfaat dari 40 universitas di seluruh Indonesia untuk mengikuti rangkaian leadership bootcamp intensif.
Program ini tidak hanya mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, tetapi juga menekankan pada aksi nyata melalui proyek pemberdayaan komunitas.
Berita Terkait
-
Smartfren Run 2025 Ajak 5000 Pelari dan Rebut Rp 200 Juta
-
XLSMART Tawarkan eSIM Gratis dan Kuota Gede untuk Pengguna OPPO & Samsung
-
Asosiasi Ungkap Alasan Internet Indonesia Tak Merata, Padahal Penyedia Sudah Banyak
-
XLSMART Sediakan Kartu Perdana Khusus Haji Harga Mulai 355 Ribu dengan Fitur Booster Terbaru
-
Indonesia Dianggap Jadi Negara Masa Depan Internet 5G di Asia, Setara India
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN