Suara.com - Jepang kembali mengguncang dunia dengan pencapaiannya dalam dunia teknologi. Kali ini Jepang memecahkan rekor dunia akan kecepatan Internet yang melampaui 1 petabit per detik.
Jepang, negara yang telah dikenal dunia dengan jaringan kereta cepat, bandara kelas dunia, dan bangunan tahan gempa, sekali lagi membuktikan supremasinya dalam inovasi infrastrukturKali ini, mereka menambahkan pencapaian luar biasa ke dalam portofolio teknologinya dengan memecahkan rekor kecepatan internet tercepat di dunia.
Dikutip Suara.com dari NDTV, para peneliti di Jepang berhasil mencapai kecepatan fantastis sebesar 1.02 petabit per detik (Pb/s).
Untuk memberikan gambaran betapa masifnya kecepatan ini, bayangkan Anda bisa mengunduh seluruh perpustakaan film dan serial yang ada di Netflix ribuan judul dalam berbagai resolusi, hanya dalam satu kedipan mata.
Angka ini bukan sekadar peningkatan biasa; ini adalah sebuah lompatan kuantum dalam teknologi transmisi data.
Menurut laporan yang dirilis oleh National Institute of Information and Communications Technology (NICT) Jepang, kecepatan 1.02 Pb/s ini setara dengan 1.020.000 gigabit per detik (Gb/s).
Jika dibandingkan, angka ini jauh melampaui kecepatan internet rata-rata di banyak negara maju sekalipun.
Sebagai perbandingan dengan Indonesia, yang menurut data Speedtest Global Index per Mei 2024 memiliki kecepatan fixed broadband rata-rata di angka 29.53 Mbps, kecepatan baru Jepang ini sekitar 34,5 juta kali lebih cepat.
Sebuah perbedaan yang menunjukkan betapa revolusionernya penemuan teknologi internet tercepat di dunia ini.
Baca Juga: Mantan Pendiri Twitter, Jack Dorsey Bangkit dengan BitChat, Aplikasi Chat tanpa Internet
Kolaborasi dan Teknologi di Balik Rekor
Pencapaian monumental ini merupakan hasil kerja keras tim dari Photonic Network Laboratory di NICT Jepang, yang berkolaborasi dengan raksasa industri Sumitomo Electric dan beberapa mitra dari Eropa.
Mereka berhasil menciptakan jaringan tercepat di dunia yang mampu mengirimkan data melalui kabel fiber optik khusus sepanjang 1.808 km.
Kunci dari teknologi ini terletak pada penggunaan kabel fiber optik yang dirancang khusus oleh Sumitomo Electric.
Berbeda dari kabel fiber optik konvensional yang umumnya hanya memiliki satu inti (core) untuk mentransmisikan cahaya, kabel baru ini memiliki 19 inti dalam satu helai serat.
Inovasi ini secara drastis meningkatkan kapasitas data yang dapat dibawa oleh kabel tanpa harus memperbesar ukurannya secara fisik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
51 Kode Redeem FF Aktif 17 April 2026, Ada Skin Blue Angelic dan Flaming Hollowface
-
Tawarkan Sensasi Nostalgia, Game Terbitan Rockstar Ini Lagi Diskon 75 Persen di Steam
-
Render Samsung Galaxy A27 Beredar: 'Waterdrop' Hilang, Desain Mirip HP Flagship
-
Apakah MacBook Neo Layak Dibeli pada April 2026?
-
Cara Cek PIP Lewat HP: Ini Persyaratan untuk Pencairan Dana Program Indonesia Pintar
-
Honor MagicBook 14 2026 Rilis dengan RAM 32 GB, Jadi Pesaing MacBook
-
Begini Cara Cek Bansos KTP Rp900 Ribu, Bisa Lewat Aplikasi dan Situs Resmi
-
41 Kode Redeem FC Mobile Aktif 17 April 2026, Klaim Hadiah OVR Tinggi dan Kompensasi Bug
-
Realme Buds T500 Pro Resmi Debut: TWS Murah dengan ANC, Baterai Tahan 56 Jam
-
MacBook Neo Rp10 Jutaan Siap Masuk Indonesia, Ancaman Serius atau Tidak? Lenovo Punya Jawabannya