Pemerintah tidak melakukan intervensi regulasi, dan ketiadaan fitur ini murni merupakan kebijakan teknis internal TikTok sebagai media sosial yang beraktivitas di Indonesia.
Hal ini sekaligus menjadi bantahan tegas terkait rumor di media yang berkembang, bahwa pemerintah adalah pihak yang melarang fitur Live demi mengatur arus perdagangan digital.
Isu Terkait dengan Demonstrasi
Dugaan masyarakat yang berkembang terkait hilangnya fitur Live TikTok adalah terkait dengan pembatasan peliputan dan siaran langsung dari lokasi demonstrasi yang belakangan meluas di banyak kota, termasuk Jakarta hingga ke Makassar.
Pasalnya, hilangnya fitur ini berdekatan dengan pernyataan salah satu pejabat kepolisian yang melarang siaran langsung demonstrasi melalui platform TikTok ini. Beberapa waktu setelahnya fitur ini hilang dan tidak dapat digunakan.
Memang nyatanya tidak sedikit massa yang memanfaatkan fitur Live di TikTok untuk mengabarkan langsung mengenai perkembangan situasi di lapangan terkait demonstrasi yang terjadi.
Hal ini dianggap membawa banyak manfaat untuk masyarakat yang ingin mengikuti kabar terbaru, sekaligus memantau arus lalu lintas dan kondisi terkini dari lokasi demonstrasi terjadi.
Efek yang Muncul di Masyarakat
Hilangnya fitur ini dalam waktu sementara membawa banyak dampak yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Hal ini terkait dengan penurunan interaksi yang terjadi, kemudian turunnya pendapatan kreator yang mengandalkan fitur tersebut, hingga aktivitas berjualan dari UMKM dan bisnis yang terganggu.
Mengacu pada data dari Katadata Insight, sebanyak 65% UMKM yang aktif berjualan di TikTok sangat mengandalkan fitur Live sebagai strategi pemasaran utama.
Baca Juga: Penjelasan Komdigi soal Fitur Live TikTok Hilang di Indonesia
Selain dapat berinteraksi secara langsung, fitur ini juga memungkinkan seorang penjual untuk dapat mempresentasikan produknya dan memberikan promo menarik untuk pelanggan yang mampir dan membeli produk di sana.
Itu tadi sedikit penjelasan tentang fitur Live TikTok hilang sampai kapan, yang belum dapat terjawab hingga saat artikel ini ditulis.
Semoga menjadi artikel yang bermanfaat untuk Anda, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Chipset Redmi Turbo 5 Series Terungkap: Diprediksi Pakai Dimensity 8500 dan 9500e
-
Naoki Yoshida Isyaratkan Adanya Port Final Fantasy 14 untuk Nintendo Switch 2
-
10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu Desember 2025: Red Magic dan iQOO Bersaing Ketat
-
5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Geser iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro Masuk 3 Besar HP Flagship Kamera Terbaik DxOmark
-
5 Smartwatch Samsung, Garmin hingga Xiaomi Diskon Sampai 40% di Erafone!
-
Oppo Reno 15 Pro Max Debut Global, Pakai Dimensity 8450 dan Kamera 200 MP
-
Bocoran Perdana Motorola Signature Muncul, Stylus Jadi Kejutan di Kelas Flagship
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas