Tekno / Internet
Rabu, 03 September 2025 | 18:49 WIB
Peringatan Darurat dari Google (freepik)

3. Langkah Tepat Saat Menerima Peringatan Darurat Gmail

Berikut panduan praktis jika Anda mendapati pesan semacam ini:

a. Verifikasi sumber pesan

Periksa alamat pengirim. Email resmi Google hanya berasal dari domain “@google.com”. Jika ada huruf tambahan atau ejaan yang janggal, besar kemungkinan itu phishing.

b. Jangan klik tautan asing

Hindari langsung menekan tautan di dalam email atau notifikasi. Lebih aman, buka Gmail melalui aplikasi resmi atau langsung ketik alamat gmail.com di browser.

c. Ganti password lewat pengaturan resmi

Jika memang merasa perlu mengganti kata sandi, lakukan langsung di menu “Keamanan” pada akun Google Anda. Hindari mengganti melalui tautan dari email mencurigakan.

d. Aktifkan two-factor authentication (2FA) atau passkeys

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Google Cloud, KPK Kembali Periksa Eks Stafsus Nadiem Makarim

Tambahkan lapisan keamanan ekstra. Dengan 2FA, meskipun password Anda bocor, peretas tidak bisa masuk tanpa kode tambahan. Gunakan aplikasi autentikator atau fitur passkeys, yang lebih aman dibanding SMS.

e. Jalankan security checkup

Google menyediakan fitur pemeriksaan keamanan untuk melihat perangkat yang terhubung, aplikasi pihak ketiga yang memiliki akses, dan aktivitas login mencurigakan. Jalankan pemeriksaan ini secara berkala.

f. Pertimbangkan Advanced Protection Program

Jika akun Anda digunakan untuk aktivitas penting atau berisiko tinggi, program perlindungan lanjutan dari Google bisa menjadi solusi. Program ini memberi lapisan keamanan lebih ketat terhadap phishing maupun peretasan.

g. Waspadai modus baru phishing dan vishing

Penipuan kini tidak hanya lewat email, tetapi juga melalui telepon. Modus “vishing” atau voice phishing membuat penipu berpura-pura sebagai pihak resmi Google yang meminta data pribadi. Ingat, Google tidak pernah menghubungi pengguna secara langsung untuk meminta password atau data sensitif.

Kenapa Ini Penting?

Gmail digunakan oleh miliaran orang di seluruh dunia. Dengan tingginya angka pengguna, wajar jika platform ini sering jadi sasaran peretas.

Google sendiri mengklaim berhasil memblokir lebih dari 99,9% serangan phishing dan malware. Meski begitu, tanggung jawab keamanan tetap ada pada pengguna.

Mengetahui langkah yang tepat akan membantu Anda terhindar dari jebakan penipuan. Dengan begitu, Anda tidak mudah panik setiap kali muncul isu “peringatan darurat” yang viral di media sosial.

Kasus viral peringatan darurat Gmail menunjukkan bahwa di era digital, informasi bisa menyebar begitu cepat, baik itu fakta maupun hoaks. Yang terpenting, jangan terburu-buru mengambil keputusan tanpa memverifikasi kebenarannya.

Jika menerima notifikasi mencurigakan, pastikan sumbernya, gunakan jalur resmi, dan aktifkan fitur keamanan tambahan. Dengan cara ini, Anda tidak hanya melindungi akun Gmail, tetapi juga data pribadi yang berharga.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Load More