Filosofi Kepelatihan
Zeys dikenal dengan filosofi kepelatihan yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang setiap pemain.
Ia percaya bahwa seorang pelatih harus mengetahui kebutuhan dan potensi setiap individu untuk memaksimalkan kinerja tim.
Pendekatan ini membantu menciptakan lingkungan yang mendukung dan memotivasi bagi para pemain.
Karir di Team Flash
Setelah sukses bersama EVOS Legends, Zeys bergabung dengan Team Flash pada tahun 2025. Di sini, ia menerapkan pengalaman dan strategi yang telah terbukti sukses sebelumnya.
Namun, setelah beberapa bulan, Zeys memutuskan untuk pensiun dari dunia kompetitif. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keinginan untuk memberikan ruang bagi generasi baru pelatih dan pemain.
Warisan dan Inspirasi
Keberhasilan Zeys menjadikannya sebagai salah satu pelatih esports paling berpengaruh di Asia Tenggara.
Baca Juga: Profil dan Perjalanan Karir Alberttt, Harapan Baru EVOS di MPL Indonesia Season 16
Ia dianggap sebagai contoh bagaimana seorang pemain profesional dapat bertransformasi menjadi pelatih yang memberi dampak besar bagi tim dan komunitas esports.
Dalam wawancara dengan ONE Esports, Zeys menegaskan pentingnya memahami setiap pemain dalam tim, menggarisbawahi bahwa “seorang pelatih harus tahu apa yang dibutuhkan tiap individu agar bisa tampil maksimal.”
Kisah hidup Coach Zeys adalah perjalanan inspiratif dari seorang gamer yang berhasil bertransformasi menjadi pelatih sukses.
Dedikasi dan pemahamannya yang mendalam tentang permainan telah membawanya meraih prestasi luar biasa di dunia esports, menjadikannya teladan bagi banyak pemain dan pelatih muda di Asia Tenggara.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan