-
Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan PaPeDa melalui SheHacks untuk memberdayakan perempuan di daerah dengan pendampingan inovasi teknologi secara bertahap.
-
Program PaPeDa berkolaborasi dengan UN Women dan Kumpul.id untuk mendukung perempuan daerah yang berpotensi tapi terbatas akses, agar mereka bisa memimpin perubahan di komunitasnya.
-
Seleksi ketat peserta PaPeDa memilih delapan finalis yang akan mendapatkan pelatihan lanjutan, sertifikasi, dan kesempatan mengadakan mini SheHacks secara mandiri di wilayahnya.
Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui gerakan SheHacks resmi meluncurkan inisiatif terbaru bertajuk Pandu Perempuan Daerah (PaPeDa).
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan di wilayah daerah melalui pendampingan inovasi teknologi.
Sekaligus, memperluas dampak SheHacks yang selama ini fokus mengurangi kesenjangan gender di berbagai sektor seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
PaPeDa mengedepankan model pembinaan bertahap, diawali dengan sesi pelatihan online, kemudian bootcamp offline selama satu hari bagi 15 peserta terbaik.
Program dilanjutkan dengan pendampingan online dan implementasi pilot project di komunitas lokal selama beberapa bulan.
Tujuannya agar para pemimpin perempuan di daerah mampu menguasai keterampilan praktis mulai dari perencanaan, storytelling, hingga pengukuran dan pelaporan demi menjalankan “mini SheHacks” mandiri di wilayah masing-masing.
Kolaborasi PaPeDa melibatkan UN Women dan Kumpul.id sebagai mitra strategis dalam menyeleksi dan membina perempuan daerah yang memiliki potensi besar, namun kerap terkendala akses untuk mengembangkan solusi inovatif bagi komunitasnya.
Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen Indosat dalam memberdayakan masyarakat Indonesia tidak hanya berfokus di perkotaan, tetapi juga diperluas hingga ke daerah.
"Melalui inisiatif PaPeDa, kami ingin memastikan para perempuan di daerah mendapatkan akses yang setara untuk mengembangkan potensi mereka," ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (27/9/2025).
Baca Juga: Indosat Luncurkan Beasiswa Coding IDCamp 2025, Targetkan 2 Juta Talenta AI
Pihaknya meyakini perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak perubahan dan bagian dari ruang kolaborasi yang membangun komunitas.
"Karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan UN Women dan Kumpul.id yang memiliki kesamaan visi dalam menghadirkan dampak positif bagi perempuan dan komunitas di Indonesia,” ucap Irsyad Sahroni.
Sementara itu, Dwi Faiz, Head of Programme UN Women Indonesia, menyatakan, kerja sama UN Women dengan Indosat telah terjalin selama lebih dari lima tahun untuk mendukung perempuan Indonesia menciptakan inovasi wirausaha berbasis teknologi.
"Kali ini, melalui program PaPeDa, kami melihat langkah signifikan untuk memperkuat ketangguhan komunitas, khususnya dalam menghadapi tantangan besar," katanya.
Dia menambahkan, UN Women yakin bahwa para perempuan pemimpin komunitas yang terlibat dalam PaPeDa akan menjadi penggerak perubahan yang lebih luas.
"Kami berharap program ini dapat terus menginspirasi perubahan positif, dan dengan kepemimpinan perempuan, UN Women berkomitmen akan terus mendorong transformasi yang berdampak di masyarakat,” ungkap Dwi Faiz.
Berita Terkait
-
Turun Langsung ke Pelanggan, Indosat Siapkan Kejutan Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2025
-
Xiaomi 16 Kabarnya Bakal Usung Teknologi Milik Nokia
-
Indosat dan Cisco Luncurkan "Sovereign SOC": Benteng Siber Nasional Baru Lindungi Data Anda!
-
Mapmaster.AI: Selamatkan Profil Google Bisnis Anda dari Penipuan dan Suspensi!
-
Teknologi AI Bisa Cegah Ulasan Palsu di Google Maps
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim