Suara.com - Sesar Lembang terbentuk akibat rekahan pada kerak bumi karena pergerakan lempeng tektonik. Menariknya, bagian timur sesar ini terbentuk lebih dulu dibanding bagian lainnya.
Menurut peneliti Gempa Bumi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik R. Daryono, pergeseran batuan di jalur ini bergerak dengan kecepatan sekitar 1,9–3,4 milimeter per tahun.
Sekilas mungkin terlihat sangat kecil, tetapi akumulasi pergerakan selama ratusan tahun berpotensi memicu gempa bumi dengan kekuatan yang signifikan.
Penelitian paleoseismologi, yakni kajian jejak gempa purba, membuktikan hal ini melalui temuan adanya pergeseran setinggi 40 sentimeter di salah satu segmen sesar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pernah terjadi gempa besar dengan magnitudo 6,5 hingga 7 di masa lalu.
Fakta-Fakta Ancaman Gempa Besar di Bandung
Berikut sejumlah fakta penting mengenai Sesar Lembang yang membuatnya dikategorikan sebagai ancaman serius di wilayah Bandung Raya:
1. Pergeseran Mendatar dan Naik-Turun
Pergeseran utama Sesar Lembang bergerak mendatar ke arah kiri, menyebabkan bagian utara dan selatan bergerak saling berlawanan. Bukti lapangan bisa dilihat dari Sungai Cimeta yang telah bergeser sejauh 120 meter, bahkan di beberapa titik mencapai 460 meter.
Selain pergeseran mendatar, di bagian barat sesar juga terjadi perbedaan ketinggian. Dari kilometer 0 hingga 6 permukaan relatif datar, lalu muncul kenaikan hingga sekitar 90 meter sebelum kembali mengecil ke arah timur.
Secara keseluruhan, pergerakan mendatar mendominasi hingga 80–100 persen, sedangkan gerakan naik-turun sekitar 0–20 persen.
Baca Juga: Tak Antusias Hadapi Pratama Arhan, Ini Target Marc Klok di ACL Two
2. Bergerak 3,4 Milimeter per Tahun
Hasil riset terbaru BRIN menunjukkan Sesar Lembang bergerak dengan kecepatan rata-rata 1,9–3,4 milimeter per tahun. Pergeseran kecil namun konsisten ini diamati melalui uji parit di kilometer 11,5.
Di lokasi tersebut, bagian selatan sesar terangkat lebih tinggi dibanding sisi utara, meninggalkan bukti bahwa gempa dengan magnitudo 6,5–7 memang pernah terjadi di sana.
Temuan ini sejalan dengan panjang sesar yang mencapai 29 kilometer. Dengan ukuran tersebut, secara teori Sesar Lembang memang mampu memicu gempa besar yang dapat mengguncang Bandung dan sekitarnya.
3. Potensi Memicu Gempa Magnitudo 7
Jika pergeseran tahunan terus menumpuk, maka energi yang tersimpan dapat dilepaskan dalam bentuk gempa hingga magnitudo 7. Catatan paleoseismologi menemukan beberapa jejak gempa besar:
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Januari 2026: Klaim Player 112-115 dan 15.000 Gems
-
Lebih dari 30 Persen Warga Indonesia Curhat ke AI saat Sedih, Fenomena Baru di Era Digital
-
Bos Instagram Soroti Ledakan Konten AI dan Tantangan Membedakan Media Asli
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 2 Januari 2026: Ada SG2, Bundle HRK, dan Happy 2026
-
Penundaan GTA 6 bak Pedang Bermata Dua: Berefek ke Gamer dan Developer
-
5 Pilihan HP Murah dan Awet Dipakai Lama, Harganya Mulai Rp1 Jutaan
-
Detail Penting Galaxy S26 Terungkap, Ponsel Lipat Samsung Ikut Kebagian Upgrade Besar
-
7 Rekomendasi Smartwatch Murah dengan Fitur Lengkap untuk Pria dan Wanita
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026, Klaim 2.026 Gems dan Pemain Eksklusif