Suara.com - Greenland, pulau terbesar di dunia yang dikenal dengan hamparan es tebalnya, kini tengah mengalami perubahan besar akibat pemanasan global. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa wilayah yang menjadi bagian dari Kerajaan Denmark ini tidak hanya kehilangan lapisan es.
Tetapi juga perlahan menyusut dan bergeser ke arah barat laut, sebuah fenomena yang menggambarkan betapa kuatnya dampak perubahan iklim di kawasan Arktik.
Temuan mengejutkan ini diungkap oleh para ilmuwan dari DTU Space (Technical University of Denmark) dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Geophysical Research: Solid Earth pada Oktober 2025.
Berdasarkan hasil analisis data satelit dan pemantauan dari 58 stasiun GNSS (Global Navigation Satellite System) yang tersebar di seluruh Greenland, para peneliti menemukan bahwa pulau tersebut bergerak sekitar dua sentimeter per tahun ke arah barat laut, sekaligus mengalami peregangan dan penyusutan pada wilayah yang berbeda.
Menurut Danjal Longfors Berg, peneliti utama sekaligus geodesis dari DTU Space, fenomena ini terjadi karena lapisan es Greenland yang mencair telah mengurangi tekanan pada batuan dasar di bawahnya.
“Ketika es mencair, tekanan di permukaan berkurang, dan hal itu membuat kerak bumi di bawahnya bereaksi—ada bagian yang terangkat, ada yang meregang, dan ada juga yang justru menyusut,” jelas Berg dikutip dari Interesting Engineering (18/10/2025).
Berg menambahkan bahwa meskipun selama ini banyak ilmuwan beranggapan Greenland lebih banyak meregang karena mencairnya es, hasil riset terbaru justru menunjukkan hal sebaliknya.
“Kami menemukan area yang luas di mana Greenland justru sedang ‘ditarik bersama’ atau menyusut akibat gerakan bumi di bawahnya,” ujarnya dikutip dari Interesting Engineering (18/10/2025).
Menariknya, timnya juga membuat model pergerakan daratan yang merekam perubahan sejak 26.000 tahun terakhir, mencakup masa akhir Zaman Es terakhir hingga periode modern.
Baca Juga: Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun
Model ini menunjukkan bahwa sisa pengaruh lapisan es purba, khususnya Laurentide Ice Sheet yang dahulu menutupi sebagian besar Amerika Utara, masih mempengaruhi struktur geologis Greenland hingga saat ini.
Fenomena geologis ini membuat pulau berpenduduk sekitar 56.000 orang tersebut mengalami dua kondisi sekaligus: ada wilayah yang memuai karena lapisan esnya mencair, dan ada yang menyusut karena gerakan kerak bumi.
Dengan luas mencapai 2,17 juta kilometer persegi, sekitar 80% permukaan Greenland ditutupi oleh lapisan es yang telah terbentuk selama jutaan tahun.
Peneliti menjelaskan, lapisan es yang mencair dalam jumlah besar telah mendorong sebagian daratan keluar dan membuat permukaan tanah sedikit terangkat.
“Akibatnya, area Greenland justru terlihat lebih besar secara geografis dibanding beberapa dekade lalu,” kata Berg.
Namun, di sisi lain, efek dari sisa perubahan tektonik sejak berakhirnya Zaman Es justru membuat bagian lain dari pulau ini mengalami kontraksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Soroti 'Privilese' Eks Jampidsus, Legislator NasDem: Jangan Sampai Muncul Kesan Perlakuan Berbeda!
-
Kris Dayanti Sabet Juara 1 Kejurnas Wushu Kungfu 2026, Buktikan Usia Bukan Halangan
-
Film La La Land Rayakan Anniversary 10 Tahun, Poster Terbaru Jadi Sorotan
-
PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah Tersangka Tak Pakai Rompi Pink-Borgol
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
PMII Kritik Kejagung: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah Jadi Tersangka Tanpa Rompi Pink dan Diborgol
-
Ferris Wheel at Night: Misteri Pembunuhan dan Wajah Kelam Kehidupan Elite
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Inovasi Kesehatan RI Dobrak Pasar Taiwan, Raup Transaksi Rp34 Miliar!
-
Link Resmi Login Sulingjar 2026, Cara Lengkap Mengisi dan Mengirim Jawaban