4. Shopee
Selain sebagai e-commerce populer, Shopee memiliki fitur chat internal yang memudahkan komunikasi antara penjual dan pembeli. Fitur inilah yang terkadang disalahgunakan. Pengguna bisa saling berkirim pesan pribadi lewat sistem Shopee Chat tanpa meninggalkan jejak di aplikasi pesan utama seperti WhatsApp.
Ada pula fitur Shopee Live dan Shopee Video, yang memungkinkan interaksi lebih personal lewat komentar atau siaran langsung. Dalam konteks hubungan gelap, fitur-fitur ini bisa menjadi sarana komunikasi tidak langsung yang aman dari pantauan pasangan.
5. Telegram
Telegram dikenal dengan sistem enkripsi end-to-end dan fitur Secret Chat, yang memungkinkan pesan otomatis terhapus setelah waktu tertentu. Karena tingkat keamanannya tinggi dan jejak digitalnya mudah dihapus, Telegram sering disebut sebagai “aplikasi paling aman untuk rahasia pribadi”. Sayangnya, keamanan ini juga bisa disalahgunakan untuk komunikasi tersembunyi di luar hubungan resmi.
Selain itu, pengguna bisa membuat username tanpa nomor telepon sehingga akun sulit dilacak. Inilah yang menjadikan Telegram sering masuk daftar aplikasi yang rawan disalahgunakan.
6. Snapchat
Sudah lama Snapchat dikenal sebagai aplikasi dengan pesan yang menghilang otomatis. Foto, video, atau pesan teks akan terhapus setelah dilihat penerima. Fitur ini awalnya dibuat untuk menjaga privasi pengguna, tetapi juga membuka peluang untuk percakapan rahasia tanpa jejak.
Bahkan, pengguna bisa mengatur agar pesan tidak tersimpan sama sekali, sehingga tidak ada bukti komunikasi tersisa. Hal ini membuat Snapchat sering dianggap sebagai “aplikasi selingkuh klasik” di era digital.
Baca Juga: Dituding Selingkuh dengan Sabrina Alatas, Instagram Hamish Daud Digeruduk Fans Raisa
7. Instagram
Walau lebih terbuka secara publik, Instagram juga memiliki fitur yang bisa disalahgunakan, seperti close friends story, DM (direct message), dan arsip postingan. Dengan “close friends”, seseorang bisa membagikan konten hanya untuk satu atau dua orang tanpa diketahui publik. Sementara itu, pesan di DM bisa dihapus satu sisi, sehingga percakapan bisa hilang tanpa jejak.
Selain itu, fitur “Vanish Mode” yang membuat pesan otomatis menghilang juga sering digunakan untuk komunikasi rahasia.
8. Aplikasi Kalkulator Ganda
Selain aplikasi populer, ada juga aplikasi kalkulator palsu yang fungsinya bukan untuk menghitung, melainkan menyembunyikan data pribadi. Contohnya Calculator#, Calculator Pro+, atau Secret Photo Vault. Dari luar, tampilannya seperti kalkulator biasa, tapi setelah mengetik kode tertentu, muncul folder rahasia berisi foto, video, dan dokumen pribadi.
Aplikasi seperti ini sering menjadi alat penyimpanan rahasia yang sulit diketahui karena ikon dan namanya tidak mencurigakan.
Masalahnya Bukan di Aplikasinya, Tapi di Etika Pengguna!
Daftar di atas menunjukkan bahwa nyaris semua aplikasi dengan fitur privasi bisa disalahgunakan bila penggunanya tidak jujur.
Pinterest, Gojek, hingga Shopee sebenarnya memiliki fungsi sah dan positif, dari berbagi inspirasi hingga memudahkan belanja online. Namun ketika seseorang ingin menyembunyikan interaksi tertentu, fitur-fitur privasi justru menjadi alat efektif untuk menutupi jejak digital.
Alih-alih menjadi paranoid, langkah terbaik adalah membangun komunikasi dan kepercayaan dengan pasangan. Dalam era digital yang semakin privat, kejujuran dan transparansi tetap menjadi fondasi utama hubungan yang sehat.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan