- Hanya 15% perusahaan Indonesia menjadikan AI sebagai strategi utama, sementara sisanya terkendala SDM, biaya, dan isu keamanan.
- Meski 97% perusahaan berencana mengadopsi AI, mayoritas belum memahami cara implementasi yang efektif dan berdampak nyata.
- AICO hadir dengan pelatihan AI untuk produktivitas, kreativitas, dan teknikal guna mempercepat transformasi digital perusahaan.
Suara.com - Riset dari International Business Machines Corporation (IBM) tahun 2025 mengungkapkan hanya 15 persen perusahaan Indonesia yang menganggap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) sebagai elemen kunci dalam mencapai tujuan strategis.
Sementara 85 persen sisanya masih melihat AI sebagai alat pendukung, bukan pendorong utama transformasi digital. Begitu pula di Asia Tenggara, di mana 83 persen perusahaan belum memiliki strategi AI yang matang.
Studi mengungkapkan kalau tantangan terbesar AI datang dari keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Sebab hanya 31 persen tenaga kerja yang memiliki keahlian di bidang AI.
Selain itu, banyak perusahaan masih kesulitan meyakinkan pemangku kepentingan mengenai manfaat nyata AI. Sebanyak 48 persen responden juga menyatakan kekhawatiran terhadap keamanan siber.
Biaya implementasi yang tinggi dan infrastruktur belum memadai turut menjadi hambatan. Regulasi dan isu privasi yang masih terus berkembang turut memperlambat laju adopsi teknologi ini.
Namun di tengah tantangan tersebut, sebanyak 97 persen perusahaan di Indonesia berencana mulai menerapkan AI dalam waktu dekat. Hanya saja sebagian besar masih belum mengetahui bagaimana cara menerapkan secara efektif dan terukur agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi bisnis.
Berangkat dari sana, AICO selaku komunitas AI di Indonesia berupaya menjembatani perusahaan agar membangun kesadaran dan kapasitas berkelanjutan.
Lewat program AICO AI Training, mereka membekali tim dengan kemampuan praktis AI agar mampu bekerja lebih efisien, kreatif, dan produktif di era digital.
Founder AICO, Tommy Teja menyatakan kalau Indonesia dengan banyaknya talenta produktif di berbagai perusahaan sebenarnya memiliki potensi besar untuk menciptakan breakthrough.
Baca Juga: 10 Prompt AI Edit Foto Tema Hari Pahlawan, Bikin Potret Heroik Cuma Sekali Klik
"Memang masih ada banyak tantangan yang perlu diatasi, tapi melalui AICO, kami ingin berkontribusi lewat program pelatihan AI," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (9/11/2025).
AICO sendiri menyediakan tiga pilihan pelatihan yang meliputi AI for Productivity, AI for Creativity, dan AI for Technical. Sesuai namanya, masing-masing kategori memiliki berbagai perbedaan.
AI for Productivity dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja melalui otomatisasi tugas dan standardized prompting. Peserta akan belajar menggunakan AI untuk menulis email, laporan, hingga riset harian, membangun simple AI agents dan alur kerja otomatis, serta mengadopsi prompt templates siap pakai.
AI for Creativity membantu tim kreatif mengubah brief menjadi visual, video, dan materi komunikasi yang konsisten dengan gaya brand perusahaan. Peserta akan mempelajari cara membuat moodboard, key visual, hingga launch teaser yang siap dipublikasikan, serta membangun creative pipeline yang aman dan sesuai etika serta pedoman merek.
Sedangkan AI for Technical difokuskan untuk membekali tim teknis dalam membangun sistem cerdas seperti AI agents, data bots, dan workflow automation. Peserta akan memahami konsep reasoning, memory, dan tool usage, hingga mampu membuat prototipe asisten internal yang dapat membantu proses bisnis perusahaan.
"Harapannya, kami bisa membantu pemerataan keterampilan dan pengetahuan tentang AI serta berbagai AI tools, mengingat teknologi ini akan mengubah cara kita semua bekerja,” pungkas Tommy.
Berita Terkait
-
10 Prompt AI Edit Foto Tema Hari Pahlawan, Bikin Potret Heroik Cuma Sekali Klik
-
Tiga Bulan Diluncurkan, Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat Blokir Lebih dari 200 Juta Panggilan
-
AI Tak Menggantikan Manusia tapi Membuat Lebih Manusiawi
-
Bos Nvidia Jensen Huang Beri Peringatan Penting soal AI ke Barat!
-
BYD M9 Siap Ganggu Pasar MPV Indonesia dengan Fitur AI Sekelas Mobil Mewah
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kata-kata Aneh PM Jepang Tak Sebut Pihak yang Paling 'Berdosa' di Bom Hiroshima - Nagasaki
-
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas, Ini Saham yang Potensi Cuan
-
Beraninya! Israel Tolak Mentah-mentah Rencana Damai Donald Trump untuk Gaza
-
Perintah Prabowo ke PLN-Pertamina : Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan
-
Anime Firefly Wedding Bagikan Trailer Baru dan Ungkap Jadwal Tayang Oktober
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Apoteka Bahagia Medifarma Gelar Skrining Kesehatan Terpadu di Surabaya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?