-
Ledakan di SMAN 72 memicu kekhawatiran karena pelaku membawa senjata mainan mirip AR-15 yang sering muncul di game FPS.
-
Pemerintah mempertimbangkan pembatasan PUBG dan game lain karena dugaan dampak psikologis kekerasan pada anak.
-
Rencana pembatasan menuai penolakan luas dari gamer, sementara PUBG menjadi trending di media sosial.
Suara.com - Ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) menarik perhatian banyak pihak. Tak hanya beberapa peledak, pihak kepolisian menemukan senjata mainan mirip AR-15 pada TKP.
Senjata mainan mirip AR-15 dengan tulisan 'Brenton Tarrant Welcome To The Hell' lantas viral di media sosial.
Menurut keterangan dari kepolisian, ledakan di SMAN 72 Jakarta membuat 96 pelajar terluka.
Salah satu terduga pelaku yang merupakan seorang pelajar sekarang mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Senjata berjenis AR-15 (atau varian dan senjata yang terinspirasi darinya seperti M4, M4A1, M16) diketahui sering ditemukan pada beberapa game online tipe FPS (First-Person Shooter) serta Battle Royale.
Setelah peristiwa ledakan di SMAN 72, Presiden RI Prabowo berencana membatasi game online, terutama PUBG Mobile.
Meski masih wacana, kebijakan tersebut menuai banyak penolakan terutama dari kalangan gamer hingga netizen di X.
Pantauan melalui Trends24.in, PUBG lantas trending di X pada 10-11 November 2025.
Pada laporan Suara.com sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap bila pemerintah mengemukakan wacana serius untuk membatasi hingga menutup peredaran sejumlah game online.
Baca Juga: Football Manager 26 Resmi Meluncur, Pertama Kalinya Ada Liga Sepak Bola Wanita
"Kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari game online. Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan. Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," kata Prasetyo Hadi pada Minggu (9/11/2025).
Prasetyo secara spesifik menyoroti dampak psikologis berbahaya bagi anak di bawah umur yang memainkan game berisi kekerasan tanpa pengawasan dari orang tua.
Kekhawatiran utamanya adalah bahwa paparan berulang terhadap aksi kekerasan, meskipun hanya dalam ranah virtual sebuah permainan, berpotensi menormalisasi perilaku agresif dan menjadikannya lumrah. Itu pada akhirnya dapat termanifestasi dalam kehidupan nyata.
Melalui laporan terpisah, senjata AR-15 (atau varian dan senjata yang terinspirasi darinya seperti M4, M4A1, M16) adalah salah satu jenis senapan serbu yang sangat umum di game FPS.
Berikut beberapa game online dengan senjata mirip AR-15 di dalamnya:
1. PUBG Mobile (PlayerUnknown's Battlegrounds Mobile)
Senjata seperti M416 dan M16A4 adalah varian dari platform AR-15 dan termasuk senjata Assault Rifle paling populer di game ini.
2. Call of Duty: Mobile (CODM)
Banyak Assault Rifle yang ada di CODM, seperti M4, M16, atau varian sejenis lainnya, didasarkan pada desain AR-15.
3. Free Fire (FF)
Meskipun desainnya lebih kasual, senjata seperti M4A1 adalah senjata utama yang termasuk kategori senapan serbu yang terinspirasi dari AR-15.
4. PUBG: New State (New State Mobile)
Sama seperti PUBG Mobile, game ini juga menampilkan senjata-senjata turunan AR-15 (seperti M416).
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?