-
Ghost of Yotei terjual 3,3 juta kopi dalam sebulan, menyamai performa peluncuran pendahulunya.
-
Kesuksesan ini makin menonjol karena game dirilis di PS5 dengan basis pengguna lebih kecil dari PS4.
-
Pujian kritis menyorot cerita, visual, dan sistem pertarungan baru yang membuatnya jadi judul wajib PS5.
Suara.com - Sempat diwarnai wacana boikot dan kritikan tajam, game AAA Ghost of Yotei ternyata laris manis. Melanjutkan kesuksesan pendahulu (Ghost of Tsushima), sekuel mendiri ini terjual 3,3 juta kopi dalam kurun waktu sebulan saja.
Angka tersebut menempatkan performa peluncurannya setara dengan pendahulunya yang legendaris, Ghost of Tsushima.
Generasi pendahulu diketahui terjual 2,4 juta kopi dalam tiga hari pertamanya.
Meskipun angka penjualan awal Tsushima tampak lebih cepat, penting untuk melihat konteksnya. Game tersebut dirilis di penghujung siklus hidup PS4, platform dengan basis pengguna yang jauh lebih besar.
Sebaliknya, Ghost of Yotei hadir untuk PS5 yang kini telah terjual 84,2 juta unit—angka yang solid, namun belum sebesar basis instalasi PS4 saat itu.
Fakta bahwa Yotei mampu mencapai penjualan seimpresif ini di platform yang lebih muda menunjukkan daya tariknya yang luar biasa.
Mengutip PushSquare, kesuksesan ini bukan hanya soal angka; di Eropa, penjualan akhir pekan pertamanya menjadikannya rilis game first-party PlayStation terbesar sejak Spider-Man 2.
Pujian kritis pun mengalir deras. Salah satu ulasan memberikan lima bintang penuh, menyatakan bahwa game ini “memenuhi janji Tsushima dengan kisah samurai epik yang menyentuh”.
Ulasan tersebut menambahkan, "Terlepas dari masalah tempo dan beberapa penjahat yang kurang dikembangkan, Yotei menyempurnakan game aslinya di setiap aspek, dan menghadirkan visual serta musik terbaik di kelasnya."
Baca Juga: Monitor Gaming LG UltraGear 37G800A Meluncur, Bawa Panel Lengkung 4K
Hal ini sejalan dengan pengalaman bermain yang ditawarkan. Sebagai Atsu, pemain disuguhkan dunia terbuka Ezo yang memukau, dengan sistem pertarungan yang diperbarui.
Sistem "sikap" kini digantikan oleh "sistem penghitung senjata" yang lebih dinamis, memungkinkan pemain menggunakan berbagai senjata seperti yari (tombak) hingga kusarigama (sabit berantai) untuk melawan musuh yang beragam.
Dengan gameplay lebih kaya, visual memukau, dan cerita yang kuat, Ghost of Yotei telah membuktikan dirinya sebagai salah satu judul wajib di katalog PS5.
Data penjualan ini menjadi jawaban telak atas spekulasi negatif, menegaskan bahwa pada akhirnya, pengalaman bermain yang luar biasa adalah yang paling dicari oleh para gamer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara