Tekno / Internet
Kamis, 13 November 2025 | 15:48 WIB
Wamenag Romo Muhammad Syafii ikut mengecam Gus Elham. (Kemenag.go.id)
Baca 10 detik
  • Video Gus Elham mencium bocah perempuan viral dan menuai kecaman luas dari publik.

  • Lima tokoh nasional, termasuk Menteri Agama dan petinggi PBNU, menilai tindakan Gus Elham tidak pantas.

  • Gus Elham telah meminta maaf dan mengakui kesalahannya setelah video lamanya memicu kontroversi.

Suara.com - Gus Elham merupakan pendakwah muda yang menuai sorotan netizen dalam beberapa hari terakhir. Tak hanya netizen, terdapat 5 tokoh yang mengecam Gus Elham atas tindakannya yang dianggap tak terpuji.

Setelah ditonton jutaan kali di X dan Instagram, video Gus Elham mencium pipi bocah perempuan ramai menuai kecaman publik.

Sebagian netizen menilai bila Gus Elham telah melecehkan anak perempuan tersebut.

Tak hanya itu, beberapa video menampilkan Gus Elham melakukan hal serupa saat membuat konten.

Usai disorot publik, Muhammad Ilham Yahya Luqman alias Gus Elham lantas meminta maaf.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kediri, 12 November 2025. Dengan penuh kerendahan hati saya yang paling dalam, saya Muhammad Ilham Yahya Al-Maliki, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas beredarnya beberapa potongan video lama yang menimbulkan kegaduhan," kata Gus Elham.

Pendakwah muda kelahiran Kediri tersebut turut menuai kecaman serta kritik dari Menteri Agama RI, petinggi PBNU, hingga komisioner KPAI.

Berikut sejumlah tokoh yang mengkritik video viral Gus Elham.

1. Menteri Agama RI

Baca Juga: Menkeu Purbaya Mengajar di Sekolah, Semua Staf Disuruh Keluar, Netizen: Bukan Nyari Panggung!

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar buka suara dalam menanggapi video viral Gus Elham menciumi anak-anak perempuan.

Ia berpendapat, tindakan Gus Elham bertentangan dengan moralitas.

"Bukan hanya saya sebagai Menteri Agama, saya person juga ya. Semua tindakan-tindakan yang bertentangan moralitas itu adalah harus menjadi musuh bersama. Jadi saya kira berpikir secara matang adalah segala sesuatu yang kasus itu diselesaikan secara kasuistik, ya kan," kata Nasaruddin Umar dikutip dari Antara, Kamis (13/11/2025).

2. Wamenag RI

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii juga mengkritik Gus Elham.

Menurutnya, perbuatan Gus Elham tidak pantas dilakukan oleh seorang pendakwah.

"Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas. Tadi juga ada disimpulkan (dalam rapat-red), ada surat keputusan dari Dirjen Pendis tentang madrasah dan pesantren ramah anak yang intinya agar anak-anak madrasah, anak-anak pesantren mendapatkan pemenuhan haknya sebagai peserta didik dan jauh dari tindak kekerasan yang tidak seharusnya mereka terima. Tentu saja kasus-kasus itu mungkin tetap ada ya, tapi kita tadi sepakat agar ke depan pengawasannya lebih ditingkatkan agar peristiwa itu bisa hindari," kata Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Selasa (11/11/2025) dikutip dari laman resmi Kemenag.

3. Menteri PPPA

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengkritik tindakan tak terpuji Elham Yahya Luqman atau Gus Elham kepada anak kecil.

Kami sependapat dengan publik tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlepas dari status atau posisi siapapun yang melakukannya, termasuk mereka yang dianggap sebagai pemuka agama. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga batas interaksi dengan anak," kata Arifah dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (13/11/2025).

4. Petinggi PBNU

Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Keluarga Alissa Wahid ikut mengecam tindakan pendakwah Elham Yahya Luqman.

Alissa Wahid, menegaskan bahwa perilaku yang merendahkan martabat manusia, terlebih terhadap anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan prinsip dakwah Islam yang penuh rahmat.

"Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri, yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan laku kepada umat. Sejatinya, kiai-nyai dan pendakwah secara umum adalah guru yang sudah sepantasnya digugu dan ditiru," kata petinggi PBNU Allisa Wahid.

Putri Gus Dur tersebut telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Tim ini bertugas aktif menanggulangi praktik kekerasan, pelecehan, dan bentuk penyimpangan lainnya di lingkungan pesantren NU.

5. Komisioner KPAI

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyoroti tindakan viral Gus Elham.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Waktu Luang, Budaya, dan Agama Aris Adi Leksono menilai bila perbuatan Gus Elham tidak pantas.

"Meskipun sebagian pihak menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kasih sayang, KPAI menilai bahwa perilaku demikian tidak pantas dilakukan, melanggar norma sosial, norma agama, dan prinsip perlindungan anak," ujar Aris Adi Leksono melalui keterangan tertulis pada Kamis (13/11/2025).

Load More