Suara.com - Sebuah penemuan besar di Guangdong, China, berhasil menyita perhatian para ilmuwan dunia. Di lereng perbukitan dekat Kota Zhaoqing, sebuah cekungan raksasa yang selama ini luput dari sorotan ternyata merupakan kawah benturan meteor — dan bukan sembarang kawah.
Struktur yang diberi nama Jinlin crater itu kini dinyatakan sebagai kawah “modern” terbesar yang pernah ditemukan di Bumi.
Mengutip dari Science Alert (17/11/2025), penemuan ini dilaporkan dalam dua publikasi ilmiah pada pertengahan November 2025, yaitu pada jurnal Universe Today dan jurnal Matter and Radiation at Extremes.
Dengan diameter mencapai 820 hingga 900 meter dan kedalaman sekitar 90 meter, kawah Jinlin jauh melampaui ukuran kawah Macha di Rusia yang sebelumnya memegang rekor sebagai kawah Holosen terbesar dengan diameter hanya sekitar 300 meter. Holosen sendiri adalah periode geologi yang dimulai sekitar 11.700 tahun lalu, setelah berakhirnya zaman es terakhir.
Tim peneliti dari Shanghai dan Guangzhou menyebut bahwa kawah tersebut terbentuk pada awal hingga pertengahan periode Holosen.
Perkiraan ini didasarkan pada jejak erosi tanah di sekitar lokasi. Hal yang membuat para ilmuwan terkejut bukan hanya ukurannya, tetapi juga kondisi kawah yang masih sangat jelas meski berada di wilayah beriklim ekstrem.
Guangdong dikenal dengan curah hujan tinggi, musim hujan yang kuat, serta kelembaban yang terus-menerus — kondisi yang biasanya mempercepat kerusakan struktur batuan.
Namun, kawah Jinlin justru bertahan dalam keadaan sangat baik. Para ahli menjelaskan bahwa lapisan tebal granit lapuk di sekitarnya berperan sebagai “pelindung alami” yang menjaga bentuk kawah dari laju erosi. Berkat perlindungan ini, struktur kawah tetap menonjol meski sudah berusia ribuan tahun.
Bukti bahwa kawah ini berasal dari tumbukan benda luar angkasa ditemukan pada batuan granit di sekitarnya. Para peneliti menemukan pecahan-pecahan kuarsa dengan pola kerusakan mikroskopis yang disebut planar deformation features.
Baca Juga: 10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia
Struktur ini hanya terbentuk ketika batuan mengalami tekanan ekstrem antara 10 hingga 35 gigapascal — tekanan yang tak mungkin dihasilkan oleh proses geologi Bumi seperti letusan gunung atau pergeseran lempeng. Satu-satunya penyebab tekanan sebesar itu adalah tumbukan meteor berkecepatan tinggi.
Berdasarkan ukuran kawah, para peneliti menyimpulkan bahwa objek penabraknya adalah sebuah meteorit, bukan komet. Jika yang menghantam adalah komet, kawah yang terbentuk seharusnya jauh lebih besar, setidaknya hingga 10 kilometer lebar. Meski demikian, komposisi meteorit tersebut — apakah batuan atau besi — belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Penemuan besar ini membuka kembali diskusi mengenai seberapa sering Bumi mengalami hantaman benda langit pada masa-masa geologi terbaru. Walaupun secara teori seluruh permukaan Bumi memiliki peluang yang sama untuk terkena tumbukan, bukti-bukti di lapangan tidak tersebar merata.
Banyak kawah purba hilang begitu saja karena erosi, tertimbun sedimen, atau tersembunyi di wilayah yang jarang diteliti. Hal ini membuat sejarah tumbukan Bumi terlihat kurang lengkap.
Fakta bahwa kawah sebesar ini bisa “bersembunyi” begitu lama menunjukkan bahwa masih banyak kemungkinan struktur serupa yang belum ditemukan, terutama di daerah terpencil atau yang jarang dieksplorasi geologinya.
Penemuan Jinlin memberikan contoh bagaimana sebuah kawah dapat bertahan berkat kondisi lingkungan yang kebetulan menguntungkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Naoki Yoshida Isyaratkan Adanya Port Final Fantasy 14 untuk Nintendo Switch 2
-
10 HP Android Terkencang Versi AnTuTu Desember 2025: Red Magic dan iQOO Bersaing Ketat
-
5 Rekomendasi Smartwatch Murah Alternatif Apple Watch, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Geser iPhone 17 Pro, Vivo X300 Pro Masuk 3 Besar HP Flagship Kamera Terbaik DxOmark
-
5 Smartwatch Samsung, Garmin hingga Xiaomi Diskon Sampai 40% di Erafone!
-
Oppo Reno 15 Pro Max Debut Global, Pakai Dimensity 8450 dan Kamera 200 MP
-
Bocoran Perdana Motorola Signature Muncul, Stylus Jadi Kejutan di Kelas Flagship
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan yang Layak Dibeli di 2026
-
Huawei MatePad 12 X 2026 Siap Meluncur di Indonesia, Tablet Rasa PC untuk Produktivitas Tanpa Batas
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 2 Januari 2026: Klaim Player 112-115 dan 15.000 Gems