Suara.com - Ada alasan mengapa jumlah orang kidal di dunia sedikit. Bahkan, alasan tersebut bisa ditemukan karena sudah diteliti sebelumnya.
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa jumlah orang kidal hanya sedikit di dunia ini?
Sebagaimana diketahui, orang kidal adalah mereka yang lebih sering menulis atau melakukan aktivitas dengan tangan kiri mereka alih-alih menggunakan tangan kanan.
Faktanya, hanya satu dari 10 orang yang cenderung lebih suka menggunakan tangan kiri daripada tangan kanan di mana rasio yang tetap konstan selama lebih dari 5.000 tahun.
Lantas muncul pertanyaan, mengapa tidak ada pembagian 50-50 antara orang dengan tangan kanan dan tangan kiri?
Mengapa tidak semua dari kita bertangan kanan? mengapa jumlah orang kidal sedikit? Jawabannya bisa dilihat dari penelitian baru dari Universitas Northwestern.
Apa sebenarnya teori baru ini?
Para peneliti mengatakan persentase orang kidal yang terus menurun. Ini merupakan hasil dari keseimbangan antara kerja sama dan kompetisi dalam evolusi manusia.
Manusia telah lama memiliki kebutuhan evolusi untuk bekerja sama, seperti ketika berbagi peralatan atau berburu dalam kelompok.
Baca Juga: Mengapa Mayoritas Manusia Lebih Nyaman Menggunakan Tangan Kanan?
Dan jika kebanyakan orang menggunakan tangan yang sama, hal itu akan mempermudah kerja sama tersebut.
"Semakin sosial hewan tersebut, di mana kerja sama sangat dihargai, semakin besar kecenderungan populasi umum untuk berpihak," kata rekan penulis Daniel M. Abrams .
Lalu mengapa tidak semua dari kita bertangan kanan?
Jawabannya jelas, yakni karena manusia tidak sepenuhnya kooperatif. Kita juga bersaing satu sama lain, dan selalu begitu.
"Jika suatu masyarakat sepenuhnya kooperatif, maka semua orang akan bersikap sama," kata Nauert.
Dan ternyata menurut penelitian, sifat kompetitif kita memastikan bahwa akan selalu ada orang kidal setidaknya 1 dari 10 orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
7 HP Xiaomi NFC Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Cek Saldo dan Bayar Tinggal Tap
-
5 HP Samsung dengan Fitur NFC Canggih, Siap Jadi Andalan Harian!
-
5 Rekomendasi HP Vivo Rp2 Jutaan dengan Kamera Video Anti-Goyang
-
5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Predator Gaming Jadi Mitra VCT Pacific 2026, Hadirkan PC Orion 7000
-
Robot Vacuum dan AI Jadi Tren, LG Bidik Lonjakan Permintaan Smart Cleaning di Indonesia
-
Lenovo Yoga Tab Siap Dirilis 16 April, Tablet AI Ringan 11 Inci untuk Produktivitas dan Kreativitas
-
Lintasarta Andalkan AI Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran 2026: Pemulihan Jaringan Lebih Cepat 60%
-
Bocoran Tecno Pova 8 & Spark 50 Pro: Baterai Jumbo 7.750mAh dan 5.800mAh Terungkap
-
Poco X8 Pro Series Laris 30.000 Unit Sehari: HP Gaming dengan Performa Ekstrem Jadi Buruan