Jadi Kenapa Tidak Banyak Orang Kidal? Ini Alasannya menurut Penelitian
1. Faktor Lingkungan
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alasan pertama adalah faktor lingkungan.
Faktor terpenting bagi masyarakat yang efisien adalah tingkat kerja sama yang tinggi. Pada manusia, hal ini menghasilkan mayoritas pengguna tangan kanan.
Dengan kata lain, saat kebanyakan masyarakat menggunakan tangan kanan maka individu akan lebih mementingkan penggunaan tangan kanan.
Ini disebut ilmu kooperatif. Manusia kebanyakan akan kooperatif demi bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik dan bisa diterima masyakarat.
Hal tersebut mempengaruhi jumlah orang kidal di dunia. Ini juga sama logikanya, jika kebanyakan orang adalah bertangan kidal dan kooperatif, maka semua orang akan kidal.
Namun, jika kompetisi lebih penting, populasinya bisa diperkirakan 50-50. Model baru ini dapat memprediksi secara akurat persentase orang kidal dalam suatu kelompok berdasarkan tingkat kerja sama dan kompetisi dalam interaksi sosial.
Model ini membantu menjelaskan dunia kita yang didominasi tangan kanan, baik saat ini maupun secara historis: rasio 90-10 antara atlet kidal dan kanan tetap sama selama lebih dari 5.000 tahun.
Baca Juga: Mengapa Mayoritas Manusia Lebih Nyaman Menggunakan Tangan Kanan?
Model ini juga menjelaskan dominasi atlet kidal dalam banyak cabang olahraga, di mana persaingan dapat meningkatkan jumlah atlet kidal ke tingkat yang tidak proporsional.
2. Kerjasama dan Keseragaman
Kerja sama lebih mengutamakan keseragaman. Misalnya dengan berbagi peralatan yang sama.
Dalam kehidupan masyarakat yang sosial, beberapa hal dibentuk dan diciptakan untuk orang yang bertangan kanan.
Oleh sebab itu, sejak bayi mereka akan diajari untuk menggunakan tangan kanan agar bisa sesuai dengan hal yang sudah diciptakan sebelumnya.
Hal tersebut juga membuat jumlah orang kidal sedikit di dunia ini.
Itulah beberapa jawaban atas pertanyaan mengapa hanya sedikit orang kidal di dunia ini.
Kontributor : Damai Lestari
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Rincian Update Game Ragnarok Origin Classic, Ada Job hingga Server Baru
-
Jelang Galaxy Unpacked, Samsung Beberkan Masa Depan AI yang Lebih Personal dan Aman
-
Indonesia Siapkan Strategi Geopolitik Digital, Chip dan Mineral Kritis Jadi Andalan
-
Shopee - Meta, Kreator Instagram Kini Bisa Dapat Komisi dari Reels dan Feed Lewat Program Afiliasi
-
Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?
-
6 Fitur Wajib HP Kelas Menengah untuk Gaming, Lancar Tanpa Lag
-
Quantum Accelerator Pertama di Singapura Resmi Diluncurkan, Startup Indonesia Masuk Daftar
-
8 HP Murah dengan Kamera Terbaik untuk Fotografi Ringan 2026, Hasil Jernih
-
Spill Rahasia Konten Estetik Tanpa Ribet, Cukup Pakai OPPO Reno16 Series
-
Perbandingan Spesifikasi Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50, Duel HP Murahh Baterai Jumbo