Suara.com - Sebuah penelitian terbaru berhasil memberikan penjelasan baru mengenai alasan jerapah memiliki kaki dan leher yang jauh lebih panjang dibandingkan hewan darat lainnya. Selama ini, banyak orang beranggapan bahwa leher panjang jerapah semata-mata berfungsi untuk mencapai daun-daunan tinggi di pucuk pohon akasia.
Namun, laporan terbaru, mengutip Science Alert (9/11/2025), mengungkapkan bahwa ada faktor lain yang tak kalah penting dari sekadar urusan mencari makan.
Para peneliti menemukan bahwa bagian tubuh jerapah yang paling berperan meringankan kerja sistem kardiovaskulernya justru adalah kaki mereka yang sangat panjang.
Jerapah memang mendapat keuntungan besar dari bentuk tubuhnya. Dengan leher tinggi, mereka bisa menjangkau daun yang tidak bisa diraih hewan lain.
Akses eksklusif ke makanan ini membuat populasi jerapah dapat bertahan melewati musim kering panjang dan mampu berkembang biak sepanjang tahun.
Tetapi keuntungan itu datang dengan konsekuensi besar. Leher yang menjulang membuat jerapah membutuhkan tekanan darah sangat tinggi untuk memastikan darah sampai ke otaknya.
Tekanan darah jerapah dewasa tercatat lebih dari 200 mmHg dua kali lipat tekanan darah kebanyakan mamalia.
Akibatnya, jerapah menghabiskan energi dalam jumlah besar hanya untuk memompa darah. Bahkan, energi yang digunakan jantung jerapah saat beristirahat lebih besar daripada total energi yang dibutuhkan tubuh manusia ketika tidak beraktivitas.
Mengutip dari Science Alert (9/11/2025), dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Experimental Biology, peneliti melakukan simulasi perbandingan antara jerapah asli dengan hewan hipotetis bernama “elaffe” kombinasi tubuh eland Afrika dengan leher jerapah.
Baca Juga: Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
Hewan imajiner ini dibuat untuk menguji bagaimana tubuh mamalia akan bekerja jika memiliki leher jerapah, tetapi kaki jauh lebih pendek.
Hasilnya mencengangkan. Hewan “elaffe” diprediksi membutuhkan 21 persen dari total energinya hanya untuk menjalankan fungsi jantung.
Sementara jerapah asli, berkat kaki panjang yang membuat posisi jantung lebih tinggi, hanya membutuhkan sekitar 16 persen energi untuk proses yang sama.
Penghematan energi sekitar 5 persen ini mungkin terdengar kecil, tetapi bagi jerapah yang hidup di lingkungan sabana yang keras, angkanya sangat krusial.
Dalam setahun, efisiensi energi itu setara dengan lebih dari 1,5 ton makanan. Jumlah ini dapat menjadi penentu apakah seekor jerapah bertahan hidup atau tidak selama musim yang sulit.
Penelitian ini juga menguatkan pandangan zoolog Graham Mitchell yang dalam bukunya, How Giraffes Work, menyebut bahwa nenek moyang jerapah telah memiliki kaki panjang sebelum leher mereka berevolusi menjadi begitu tinggi.
Berita Terkait
-
Kehidupan di Palung Terdalam: Temuan Moluska Purba Ungkap Rahasia Evolusi Laut?
-
4 Smartwatch Terbaik untuk Cek Tekanan Darah, Desain Stylish Mulai Rp2 Jutaan
-
Ilmuwan Pastikan Kawah Silverpit di Laut Utara Tercipta akibat Asteroid
-
Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Cek Tekanan Darah: Gadget Kecil, Manfaat Besar!
-
10 Rekomendasi Olahraga bagi Penderita Hipertensi, Asyik dan Menantang
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?