- Sharp Greenerator, komunitas lingkungan PT Sharp Electronics Indonesia, merayakan hari jadi ke-10 sejak berdiri 25 November 2015.
- Komunitas ini telah melaksanakan aksi nyata seperti monitoring air Ciliwung dan penanaman mangrove di Kepulauan Seribu.
- Dedikasi sepuluh tahun ini membuahkan banyak penghargaan seperti Nusantara Award dan IBCSI, membuktikan dampak ekologis terukur.
Suara.com - Sharp Greenerator, komunitas lingkungan binaan PT Sharp Electronics Indonesia, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-10.
Sejak lahir pada 25 November 2015, inisiatif ini telah berevolusi dari sekadar gerakan edukasi kecil menjadi motor penggerak aksi lingkungan di berbagai lini, mulai dari sekolah hingga kawasan pesisir.
Selama 10 tahun terakhir, Sharp Greenerator bukan hanya bicara teori.
Mereka turun ke lapangan melakukan monitoring kualitas air di hulu Sungai Ciliwung, menanam ribuan bibit mangrove di Kepulauan Seribu sebagai benteng abrasi dan penyerap karbon, hingga mengampanyekan gaya hidup bebas plastik lewat workshop upcycle kreatif.
Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, mengenang perjalanan panjang ini dengan rasa bangga.
Menurutnya, komunitas ini telah menjadi ekosistem belajar yang vital bagi pemuda.
“Sepuluh tahun bukan perjalanan singkat. Kami bersyukur melihat bagaimana Sharp Greenerator tumbuh menjadi ruang belajar, berbagi, dan bergerak bagi generasi muda pecinta lingkungan. Komitmen kami adalah memastikan setiap aksi membawa manfaat nyata bagi bumi dan masyarakat,” ungkap Andry dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).
Dedikasi yang tak putus selama satu dekade ini membuahkan pengakuan luas. Berbagai penghargaan bergengsi telah diraih, mulai dari Nusantara Award, Indonesia’s Best Corporate Sustainability Initiative (IBCSI), hingga Indonesia Green Award.
Deretan prestasi ini membuktikan bahwa kolaborasi antara korporasi dan generasi muda mampu menciptakan dampak ekologis yang terukur.
Baca Juga: Sharp Tancap Gas di Kelas Premium! AQUOS sense10 dan R10 Resmi Meluncur, Andalkan AI dan Layar IGZO
Perayaan satu dekade yang digelar di Kota Bogor ini berlangsung meriah dengan melibatkan relawan, pemerintah, dan NGO.
Acara diisi dengan green fun walk hingga kelas pembelajaran lingkungan terbuka. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Denni Wismanto, S.E., M.M., memberikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini.
"Upaya Sharp Greenerator membawa pesan penting bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan anak muda seperti ini memperkuat program pemerintah dalam mewujudkan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kami berharap gerakan ini terus berkembang," ujar Denni.
Keberhasilan Sharp Greenerator tak lepas dari tangan dingin berbagai NGO seperti BOSF, Coaction Indonesia, Terangi, dan Trashi.
Bagi para fasilitator, program ini telah berhasil mencetak pemimpin-pemimpin baru di bidang lingkungan.
Melani Kurnia, perwakilan NGO yang telah mendampingi gerakan ini sejak awal, melihat transformasi nyata pada para anggotanya.
“Sharp Greenerator bukan hanya program CSR, namun ruang berkarya yang memberi pengalaman lapangan bagi generasi muda. Kami melihat peserta yang dulunya hanya belajar kini memimpin aksi lingkungan. Itu bukti nyata pemberdayaan,” katanya.
Senada dengan itu, Prima Yuliana selaku Presiden Sharp Greenerator menegaskan bahwa kekuatan gerakan ini terletak pada konsistensi dan ketulusan dalam langkah-langkah kecil.
“Kami percaya bahwa menjaga bumi tidak harus dimulai dari hal besar. Yang penting dilakukan bersama, konsisten, dan tulus. Sepuluh tahun ini hanyalah awal, kami akan terus menjadi suara yang mengajak lebih banyak anak muda untuk peduli,” tutur Prima optimis.
Berita Terkait
-
Sharp Aquos Beri Kejutan: Nonton Tottenham Hotspur Gratis di Hong Kong! Begini Caranya
-
Sharp di PRJ 2025: Promo KTP Unik! Nama Kamu Ada Huruf S, H, A, R, P? Potongan Harga Menanti!
-
Sharp Indonesia Bergerak: Ribuan Mangrove Ditanam, Terumbu Karang Direstorasi!
-
Sharp Jawab Kebutuhan Pesta di Rumah dengan Speaker Portable Terbaru
-
Sharp Perkenalkan TV AQUOS XLED dengan Mini LED dan Panel 144Hz, Bikin Kagum saaat Main Games
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif
-
Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar
-
Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas
-
Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor
-
Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik
-
Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung
-
Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun
-
Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan
-
PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung
-
Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta