- Apple diprediksi mengadopsi kamera 200MP Samsung pada iPhone 21 tahun 2028 untuk diversifikasi rantai pasokan.
- Samsung Austin Texas berpotensi memproduksi sensor 200MP, seiring Apple mencari alternatif selain pemasok utama Sony.
- Fitur Face ID di bawah layar diprediksi akan meluncur pada tahun 2027, tanpa kenaikan harga pada konsumen.
Suara.com - Apple tampaknya sedang menyiapkan lompatan besar di sektor fotografi iPhone.
Berdasarkan laporan terbaru dari analis Morgan Stanley, Apple diprediksi akan mengadopsi kamera 200MP buatan Samsung untuk iPhone generasi mendatang.
Ini menjadi sebuah langkah yang bisa mengubah peta persaingan kamera ponsel, sebagaimana melansir dari laman Apple Insider, Kamis (8/1/2026).
Meski sebelumnya banyak prediksi menyebut kamera 200MP akan hadir lebih cepat, bahkan digadang-gadang debut di seri iPhone 18, Morgan Stanley justru mengungkapkan bahwa iPhone 21 pada tahun 2028 kemungkinan menjadi model pertama yang membawa sensor super resolusi tersebut.
Penundaan ini bukan tanpa alasan. Apple disebut ingin mendiversifikasi rantai pasokan agar tidak bergantung pada satu pemasok saja, sekaligus menekan biaya produksi jangka panjang.
Strategi ini sejalan dengan ambisi Apple untuk meningkatkan produksi komponen iPhone di Amerika Serikat.
Menariknya, laporan tersebut menguatkan rumor bahwa Samsung berpeluang memproduksi sensor CMOS 200MP untuk iPhone di fasilitasnya di Austin, Texas.
Jika terealisasi, ini akan menjadi langkah besar Apple dalam memperkuat manufaktur lokal sekaligus mempererat kerja sama dengan Samsung, yang selama ini dikenal sebagai rival utama di pasar smartphone.
Morgan Stanley juga menyinggung kemungkinan beralihnya Apple ke sensor Samsung karena Sony dinilai belum mampu menandingi teknologi kamera 200MP yang dikembangkan kompetitornya tersebut.
Baca Juga: 5 Smartwatch Terbaik Setara Apple Watch Rp1 Jutaan Masih Layak Beli di 2026
Padahal, Sony selama ini menjadi tulang punggung sensor kamera iPhone, termasuk untuk teknologi LiDAR.
Untuk LiDAR sendiri, Apple dikabarkan mulai membuka peluang pemasok baru.
Selain Sony, STMicro disebut tengah diajak berdiskusi sebagai pemasok tambahan, meski untuk komponen Face ID, Apple masih akan mengandalkan satu pemasok utama, yaitu LITE, tanpa perubahan signifikan dalam waktu dekat.
Namun dari sisi fitur, Apple tak tinggal diam. Morgan Stanley memprediksi Face ID di bawah layar akan debut pada tahun 2027, bertepatan dengan perayaan 20 tahun iPhone.
Semua langkah ini diyakini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan biaya.
Bahkan, Morgan Stanley memperkirakan Apple akan menyerap kenaikan biaya produksi, alih-alih membebankannya kepada konsumen melalui kenaikan harga.
Sebelumnya, Apple sempat dirumorkan akan menaikkan harga iPhone 17 akibat tekanan tarif global.
Namun strategi yang diambil justru berbeda, Apple meningkatkan kapasitas penyimpanan internal, sehingga harga tetap terasa sepadan jika dibandingkan dengan konfigurasi iPhone 16.
Jika prediksi ini benar, maka kehadiran kamera 200MP di iPhone bukan sekadar soal angka megapiksel, melainkan sinyal perubahan besar dalam strategi teknologi, manufaktur, dan harga Apple di masa depan.
Berita Terkait
-
Samsung Hadirkan Pengalaman Hiburan 'Sultan' Lewat Lini TV Raksasa Berteknologi AI
-
5 HP Paling 'Gaib' Akhir Tahun 2025, Stok Ludes Jadi Rebutan
-
iPhone 17 Apakah Masih Layak Dibeli Tahun 2026?
-
Daftar iPhone Lama yang Masih Dapat Update iOS 26.2, Cek Apakah iPhone 11 Masih Kebagian
-
Bebas dari Gangguan: Gimana Cara Ampuh Memblokir Telepon Spam di iPhone?
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja