-
Perkembangan AI yang sangat cepat menimbulkan ancaman terhadap kreativitas generasi muda, sehingga perlu dikendalikan dengan nilai, nalar, dan etika manusia.
-
Manipulasi digital seperti deepfake menjadi tantangan serius, sehingga literasi digital dan integritas akademik harus diperkuat agar AI tidak merugikan ruang publik.
-
AI harus dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia, dengan pemanfaatan yang bijak, etis, dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan bangsa.
Suara.com - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melaju lebih cepat dibanding kesiapan manusia untuk mengendalikannya.
Di tengah derasnya arus konten digital, krisis keaslian, hingga ancaman manipulasi, masa depan kreativitas anak muda dinilai berada di titik krusial.
Hal itu ditegaskan Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, dalam acara Indonesia.go.id Goes to Campus (IGtC) bertajuk “AI: Sahabat atau Musuh Kreativitas? Bikin Konten Gokil & Tetap Etis”.
Nursodik menekankan bahwa teknologi selalu membawa nilai dari manusia yang menggunakannya.
“AI boleh semakin canggih, tapi masa depan bangsa tetap ditentukan oleh nalar, nilai, dan keberanian manusianya,” ujar Nursodik di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Rabu (21/1/2026).
IGtC hadir sebagai ruang dialog strategis antara pemerintah dan mahasiswa. Program ini bukan sekadar sosialisasi kebijakan, melainkan wadah untuk memperkuat literasi digital, membangun kesadaran etis, serta mendorong generasi muda agar tak hanya jadi konsumen teknologi, tapi juga produsen gagasan.
“Indonesia tidak boleh hanya jadi pasar teknologi. Kita harus jadi penghasil ide. Kebijakan digital yang kuat lahir dari percakapan dengan generasi muda,” lanjutnya.
Ancaman Deepfake dan Integritas Akademik
Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti, mengingatkan bahwa di balik peluang besar AI, ada ancaman serius yang tak bisa diabaikan, terutama manipulasi digital. Ia mencontohkan fenomena deepfake yang kian marak.
“Pada 2025 tercatat 8 juta konten deepfake beredar, dengan tingkat keberhasilan manipulasi suara mencapai 77 persen. Jika dulu butuh 56 jam untuk membuat deepfake suara, kini hanya tiga detik dengan biaya murah,” jelas Agung yang menekankan pentingnya menjaga integritas akademik.
Kepala Prodi Manajemen Produksi STMM, Diyah Ayu, menegaskan bahwa etika harus menjadi dasar utama dalam pemanfaatan AI.
“Dasar kita adalah hati nurani, tanggung jawab sosial, dan pribadi. AI harus digunakan secara etis demi kepentingan masyarakat dan bangsa,” tambah Diah.
Diah menambahkan, penguasaan keterampilan digital akan jadi kunci masa depan generasi muda. Namun tanpa landasan nilai, teknologi justru bisa merugikan manusia.
Pakar digital branding, Ruli Nasrullah alias Kang Arul, menilai AI adalah realitas zaman yang tak bisa dihindari. Namun, ia mengingatkan agar teknologi ditempatkan secara proporsional.
“AI itu pisau bermata dua. Ia bukan pengganti manusia, tapi asisten yang membantu kita berpikir dan bekerja lebih praktis,” tutur Ruli.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
-
Link CCTV Tol Cikampek, Pantau Kepadatan Lalu Lintas Buat Mudik Lebaran 2026
-
4 Cara Cek Rest Area yang Tidak Penuh Saat Mudik, Perjalanan Lebih Efisien
-
Berapa Skor AnTuTu POCO X8 Pro? Chipset Dimensity 8500 Tawarkan Peningkatan Performa
-
realme 16 Pro+ 5G: Mengukuhkan Diri sebagai Raja Portrait Terbaru dengan 200MP dan Telefoto 3.5x
-
Aplikasi Google Translate Hadirkan Fitur Pin, Begini Cara Kerjanya
-
Tanggal Rilis Terungkap, Monster Hunter Stories 3 Segera Hadir ke PC dan Konsol
-
5 HP dengan Kamera Anti Goyang untuk Ngonten Lebaran, Hanya Rp2 Jutaan
-
Akun Gedung Putih Pakai Game Buat Propaganda Perang, Aktor Master Chief Tak Terima
-
Aturan Baru Komdigi 2026: Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Akses Media Sosial