- Ubisoft membatalkan proyek Prince of Persia Remake dan melakukan PHK massal.
- Aktris Eman Ayaz mengetahui pembatalan game miliknya hanya melalui berita internet.
- Kontrak NDA menghalangi Eman Ayaz menggunakan hasil kerjanya untuk portofolio karier.
Suara.com - Ubisoft mengaktifkan kebijakan yang mengguncang industri game. Perusahaan video game besar tersebut bersiap melakukan PHK massal serta membatalkan beberapa proyek.
Salah satu yang terdampak adalah proyek fenomenal Prince of Persia: Sands of Time Remake.
Sumber industri membocorkan bila Ubisoft kemungkinan melakukan PHK terhadap ratusan karyawan pada 2026.
Di balik pengumuman korporat tersebut, ada kisah manusia yang jauh lebih personal dan memilukan.
Seorang aktris, Eman Ayaz, yang mendedikasikan tiga tahun hidupnya untuk proyek ini, harus menerima kenyataan pahit bahwa kerja kerasnya sirna begitu saja.
Hal yang lebih menyakitkan adalah ia mengetahui kabar tersebut bukan dari tim, melainkan dari internet, sebuah tragedi yang ia sebut sebagai "momen paling menghancurkan dalam karier."
Melalui sebuah video YouTube emosional yang ia bagikan, Ayaz menceritakan bagaimana ia mendapatkan peran yang ia yakini akan mengubah hidupnya.
"Tiga tahun lalu, saya mendapatkan peran yang mengubah hidup saya dalam sebuah proyek yang juga mengubah hidup saya," ungkap Ayaz.
Selama proses tersebut, ia menolak berbagai tawaran pekerjaan lain dan bahkan tetap berkomitmen meski mengalami cedera kaki.
Baca Juga: Perombakan Besar, Ubisoft Batalkan Proyek Game Prince of Persia Remake
Tim produksi sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Namun, semua harapan itu runtuh ketika sang saudara mengirimkan tautan berita tentang pembatalan game tersebut melalui WhatsApp.
Padahal, hanya dua bulan sebelumnya, Ayaz baru saja menyelesaikan syuting materi promosi, dan semua tampak berjalan lancar.
Mengutip Rockpapershotgun, keputusan Ubisoft untuk menghentikan proyek ini didasari pada ketidakmampuan untuk mencapai standar kualitas yang diinginkan tanpa investasi waktu dan dana lebih besar.
Dalam pernyataan resminya, Ubisoft mengaku "tidak ingin merilis sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang diwakili oleh The Sands of Time.”
Sayang, keputusan bisnis ini berdampak langsung pada para talenta seperti Ayaz.
Karena masih terikat perjanjian kerahasiaan (NDA), tiga tahun kerjanya seolah tak pernah ada.
Berita Terkait
-
61 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 27 Januari: Klaim Diamond, Token Jujutsu, dan Emote Cursed
-
Arc Raiders Dapat Update Besar: Hadirkan Map Bird City dan Solo vs Squads
-
Turki Jadi Tuan Rumah MLBB M8 World Championship, Wild Card di Thailand
-
Petinggi Microsoft Ungkap Alasan 'Perbedaan Kebijakan' Soal Perilisan di PS5
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan
-
Strategi Pemerintah Siapkan Hidrogen Jadi Bahan Bakar Masa Depan RI
-
Pakar Desak Tim 9 Bongkar Pihak Lain yang Punya Kuasa Lebih Besar dari Febrie Adriansyah
-
Puluhan Siswa TK Gaya Baru Solo Belajar di Atap yang Kondisinya Membahayakan
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung