- Ubisoft resmi membatalkan pengembangan game Prince of Persia The Sands of Time Remake.
- Lima proyek rahasia lainnya turut dihentikan demi menjaga standar kualitas produk perusahaan.
- Ubisoft merombak struktur internal menjadi lima rumah kreatif untuk waralaba besar.
Suara.com - Kabar buruk bagi para penggemar yang telah lama menanti, Ubisoft secara resmi telah membatalkan proyek game Prince of Persia: The Sands of Time Remake.
Keputusan mengejutkan ini merupakan bagian dari "penataan ulang organisasi, operasional, dan perombakan besar-besaran" yang sedang dilakukan oleh raksasa game tersebut.
Selain Remake ikonis, lima game lain yang belum diumumkan juga dihentikan pengembangannya. Itu menandakan perubahan strategi yang signifikan di tubuh Ubisoft.
Pembatalan ini menjadi puncak dari perjalanan proyek yang bermasalah sejak trailer pertamanya mendapat reaksi negatif pada 2020 silam.
Dalam sebuah pernyataan emosional kepada komunitas, tim pengembang menjelaskan alasan di balik keputusan sulit tersebut.
"Kami telah membuat keputusan sulit untuk menghentikan pengembangan Prince of Persia: The Sands of Time Remake. Meskipun proyek ini memiliki potensi yang nyata, kami tidak mampu mencapai tingkat kualitas yang pantas Anda dapatkan, dan melanjutkannya akan membutuhkan lebih banyak waktu dan investasi daripada yang dapat kami lakukan secara bertanggung jawab," tulis Ubisoft dikutip dari GamingIndustry.
Pernyataan ini menegaskan komitmen baru Ubisoft untuk tidak merilis produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang mereka tetapkan. Bahkan jika itu berarti harus mengorbankan judul yang sangat dinantikan.
Perombakan tidak hanya berhenti pada pembatalan game. Ubisoft juga menunda perilisan tujuh judul lain, termasuk remake Assassin's Creed: Black Flag yang santer dirumorkan, untuk memastikan kualitasnya maksimal.
Perusahaan kini akan memfokuskan sumber dayanya pada dua pilar utama: kembali ke tingkat kualitas luar biasa di segmen Petualangan Dunia Terbuka dan memperkuat posisi di segmen game sebagai layanan atau GaaS (Games as a Service).
Baca Juga: 3 Game Far Cry Lawas Dapat Update Anyar Minggu Ini, Grafis Lebih Baik
Struktur internal perusahaan juga diubah menjadi lima "rumah kreatif" yang masing-masing akan menangani waralaba besar seperti Assassin's Creed, Far Cry, dan The Division.
Langkah drastis menunjukkan betapa kompetitifnya industri game saat ini. Ubisoft bertaruh besar pada strategi yang lebih ramping dan fokus pada kualitas, dengan tujuan menciptakan game-game AAA yang tidak hanya bagus, tetapi juga fenomenal.
Namun, harga yang harus dibayar adalah hilangnya beberapa proyek potensial, termasuk kembalinya sang Pangeran Persia yang kini harus kembali tertidur dalam pasir waktu.
Berita Terkait
-
36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 22 Januari: Sikat Void Animation, Diamond, dan Bundel Sakura
-
Ulang Tahun ke-5, Game Hitman 3 Hadirkan Fitur Cross-Progression
-
Rayakan Ulang Tahun ke-35, Sega Siapkan Kejutan Game Sonic dan Puyo-Puyo
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Terpopuler: 5 HP Snapdragon 8 Gen 5 Terbaik hingga Rekomendasi HP Motorola Kamera Bagus
-
5 HP Snapdragon 8 Gen 3 Terbaik dengan Layar AMOLED untuk Game Terbaru
-
7 HP Oppo Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Kamera dan Performa Bagus
-
Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO
-
Redmi Note 13 RAM 8 Harganya Berapa? Cek Daftar Harga HP Xiaomi Tipe Ini 2026
-
5 HP OPPO Reno Termurah April 2026, Kamera Paling Jernih untuk Tipe Mid-Range
-
Bocoran Xiaomi 17 Fold: Pakai Chipset Xring O3, Siap Jadi HP Lipat Paling Canggih 2026?
-
Acer Edu Summit 2026: Inovasi AI Ubah Cara Belajar, Ini Teknologi dan Strategi Pendidikan Masa Depan
-
Penyebab Kode 3E Mesin Cuci Samsung dan Panduan Perbaikan Mandiri di Rumah
-
Cara Aktifkan Roaming Data Saat Haji 2026, XLSMART Rilis Paket Murah Mulai Rp355 Ribu