Tekno / Gadget
Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:26 WIB
Galaxy Ai. [Samsung]
Baca 10 detik
  • Tingkat penggunaan Galaxy AI pada perangkat *flagship* Samsung diprediksi melonjak dari 71,6 persen (2024) menjadi 86,9 persen (2025).
  • Fitur paling dominan digunakan pengguna adalah *Circle to Search with Google* yang mencapai 76 persen pemanfaatan.
  • Galaxy AI mendukung produktivitas melalui terjemahan *real-time* dan ringkasan rapat, serta kreativitas melalui penyuntingan foto otomatis.

Suara.com - Samsung terus hadirkan fitur AI di smartphone Galaxy yang semakin relevan dengan gaya hidup konsumen yang terus berkembang.

Tahun 2026 diprediksi menjadi titik balik di mana AI beralih dari sekadar fitur canggih yang “keren untuk dimiliki” menjadi kebutuhan pokok yang tak terpisahkan dari rutinitas manusia.

Para ahli menganggap AI akan punya peran yang lebih nyata dan realistis pada keseharian, seperti dalam hal produktivitas dan kreativitas.

Hal ini tercermin nyata dari pola pemakaian konsumen Samsung, yang mencatatkan perilaku pengguna dalam memanfaatkan Galaxy AI.

Berdasarkan data internal Samsung, tingkat penggunaan (usage rate) Galaxy AI di jajaran perangkat flagship melonjak drastis.

Jika pada tahun 2024 tingkat adopsinya berada di angka 71,6 persen, di tahun 2025 angka ini melonjak hingga 86,9 persen. Artinya, hampir 9 dari 10 pengguna flagship Samsung kini mengandalkan AI dalam keseharian mereka.

Peningkatan adopsi ini mencerminkan perubahan cara konsumen memanfaatkan smartphone dalam aktivitas sehari-hari.

Galaxy AI tidak lagi digunakan sesekali atau hanya untuk mencoba fitur baru, tetapi telah menjadi alat bantu yang secara aktif digunakan untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan.

Mulai dari mencari informasi, mengolah konten visual, hingga mendukung proses kreatif dan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Murah 2026 yang Sudah Punya Fitur AI Built-in, Cek Spesifikasinya

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, mengungkapkan, dalam dua tahun terakhir, Galaxy AI telah mengubah cara pengguna menyelesaikan aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun berkreasi.

"AI kini digunakan secara aktif untuk mempercepat proses, seperti mencari informasi tanpa berpindah aplikasi, merapikan konten, hingga membantu pengguna menuangkan ide dengan lebih cepat," ujarnya dalam keterangan resminya, Sabtu (31/1/2026).

Menurut dia, tingkat penggunaan yang mencapai 86,9 persen menunjukkan bahwa Galaxy AI bukan lagi sekadar fitur tambahan, melainkan bagian dari rutinitas digital pengguna.

Ilham menambahkan bahwa fitur Galaxy AI yang paling sering digunakan menunjukkan bagaimana pengguna mengandalkan AI untuk kepraktisan dan kreativitas.

“Circle to Search with Google menjadi fitur paling dominan dengan tingkat penggunaan 76 persen karena memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari apa yang mereka lihat di layar, tanpa harus membuka aplikasi lain," jelasnya.

Dia menambahkan, sementara Photo Assist dan Generative Edit banyak dimanfaatkan untuk menyempurnakan foto dan konten visual secara cepat, sehingga pengguna dapat berkreasi dengan lebih efisien tanpa proses editing yang kompleks.

Load More