Tekno / Gadget
Selasa, 03 Februari 2026 | 08:03 WIB
Ilustrasi smartphone. [Unsplash]
Baca 10 detik
  • Industri *smartphone* global menghadapi tekanan serius di awal 2026 akibat kenaikan signifikan harga *chip* memori.
  • Kenaikan harga memaksa banyak merek menunda peluncuran *flagship* baru dan menghentikan ponsel kelas menengah.
  • Perubahan strategi perusahaan mencakup peningkatan harga jual perangkat penerus dan pengurangan opsi penyimpanan besar.

Suara.com - Awal tahun 2026 menjadi periode yang penuh tekanan bagi industri smartphone global.

Pasar kini dihadapkan pada ketidakstabilan serius akibat lonjakan harga chip memori yang terus berlanjut, memicu kekhawatiran akan krisis berkepanjangan di berbagai segmen perangkat.

Informan industri ternama, Digital Chat Station, mengungkap bahwa dampak kenaikan harga tersebut sudah mulai terasa secara nyata.

Mengutip laporan Gizmochina, Selasa (3/2/2026), sejumlah ponsel kelas menengah disebut hampir menghilang dari peredaran, sementara pengembangan smartphone flagship generasi terbaru mulai diliputi ketidakpastian.

Masalah yang muncul tidak sebatas meningkatnya biaya bill of materials (BOM).

Tekanan harga ini turut mengacaukan strategi pengembangan produk dan memaksa banyak merek meninjau ulang jadwal peluncuran mereka.

Bahkan Apple dikabarkan ikut terdampak, menyusul langkah pemasok utama seperti Samsung dan SK Hynix yang menaikkan harga memori LPDDR hingga dua kali lipat.

Akibat situasi tersebut, beberapa ponsel segmen value yang dirilis pada akhir 2025 berpotensi dihentikan lebih cepat dari rencana awal.

Sementara itu, penerusnya harus rela mengalami penundaan hingga pertengahan 2026 atau bahkan lebih lama.

Baca Juga: 4 Rekomendasi HP Android dengan Memori 512 GB, Tak Perlu Repot Hapus Foto Lagi

Ketika akhirnya meluncur, perangkat-perangkat ini diperkirakan akan hadir dengan banderol harga yang lebih mahal.

Digital Chat Station juga mencatat perubahan sikap di internal perusahaan smartphone.

Peluncuran model baru kini dianggap sebagai langkah dengan risiko finansial tinggi.

Tak sedikit merek yang memilih menghentikan pengembangan flagship generasi selanjutnya, bahkan mempertimbangkan untuk mundur dari pasar regional tertentu demi menekan kerugian.

Segmen yang paling rentan berada di kelas menengah, khususnya rentang harga 2.000–2.500 yuan atau sekitar Rp4,8 juta hingga Rp6 juta.

Tekanan ini tercermin dari berkurangnya diskon peluncuran pada ponsel berchip Snapdragon 8 Elite.

Load More