- HSG anjlok hingga 5,31% di level 7.887 pada sesi pertama perdagangan Februari.
- Menkeu sebut pasar menunggu Ketua OJK definitif dan segera buka seleksi terbuka.
- Purbaya imbau investor "serok bawah" karena fundamental ekonomi RI tetap kuat.
Suara.com - Pasar modal Indonesia mengawali bulan Februari 2026 dengan rapor merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Senin (2/2/2026) melanjutkan tren volatilitas yang terjadi sejak akhir Januari lalu.
Berdasarkan data RTI, IHSG langsung terjerembab sejak pembukaan. Pada pukul 10.30 WIB, indeks merosot tajam hingga 4,92% ke level 7.919. Tekanan jual terus berlanjut hingga sesi siang, di mana IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 7.858,39 sebelum akhirnya ditutup sedikit menguat di level 7.922,73 pada sore hari.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya pasar saat ini dipicu oleh faktor psikologis investor yang menanti kepastian figur Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) definitif. Kursi kepemimpinan OJK saat ini masih kosong pasca mundurnya Mahendra Siregar.
"Market mungkin masih menunggu siapa Ketua OJK definitifnya. Ada faktor ketidakpastian di sana," ujar Purbaya usai Rakornas Kepala Daerah di SICC, Jawa Barat. Untuk merespons hal tersebut, pemerintah tengah menyiapkan Panitia Seleksi (Pansel) yang akan bekerja secara transparan dan terbuka bagi publik.
Meski pasar sedang bergejolak, Purbaya justru melihat ini sebagai peluang emas bagi para investor. Ia menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi jangka pendek di bursa.
"Kalau saya pribadi, saya akan serok bawah. Kenapa? Karena pondasi ekonomi kita bagus, tidak berubah, dan akan terus membaik," tegasnya penuh optimisme.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini mampu mendekati angka 6%. Purbaya meminta para pelaku pasar untuk tetap tenang dan fokus pada data fundamental daripada spekulasi sesaat. Ia meyakini bahwa badai di bursa akan segera berlalu dan indeks akan segera kembali ke jalur hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan