Tekno / Internet
Jum'at, 13 Februari 2026 | 09:04 WIB
Pembaruan fitur SATSPAM+ di Jakarta, Kamis (12/2/2026). [Indosat]
Baca 10 detik
  • Kasus penipuan digital selama Ramadan naik 34,7%, didominasi serangan via WhatsApp dan panggilan telepon.
  • Indosat meluncurkan pembaruan fitur SATSPAM+ yang kini melindungi panggilan WhatsApp menggunakan teknologi AIvolusi5G.
  • Fitur baru ini merupakan respons operator terhadap peningkatan risiko scam selama lonjakan aktivitas digital Ramadan.

Suara.com - Data dari State of Scams in Indonesia: 2025 Report mencatat, kasus penipuan digital selama Ramadan melonjak 34,7 persen.

Dari angka tersebut, 89 persen terjadi melalui WhatsApp dan 64 persen lewat panggilan telepon. Kombinasi pesan instan dan voice call menjadi pola serangan yang paling sering dimanfaatkan pelaku scam.

Melihat tren ini, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand IM3 memperkenalkan pembaruan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus) yang kini diklaim sebagai perlindungan WhatsApp Call pertama di Indonesia.

Fitur ini dirancang untuk mendeteksi dan memblokir panggilan mencurigakan secara real-time, tidak hanya di SMS dan telepon reguler, tetapi juga di WhatsApp Call.

WhatsApp Call Kini Masuk Radar Proteksi

Jika sebelumnya proteksi spam hanya identik dengan SMS atau panggilan biasa, pembaruan SATSPAM+ memperluas cakupan ke layanan over-the-top (OTT) seperti WhatsApp.

Pembaruan fitur SATSPAM+ di Jakarta, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Dythia]

Sistem ini bekerja secara otomatis dengan dukungan teknologi AIvolusi5G, integrasi kecerdasan buatan dan jaringan 5G, untuk mendeteksi pola komunikasi mencurigakan.

Pengguna tidak hanya mendapatkan notifikasi potensi spam, tetapi juga opsi pemblokiran nomor serta laporan harian yang bisa dipersonalisasi.

Pendekatan ini menunjukkan pergeseran strategi operator, yakni dari sekadar penyedia konektivitas menjadi penyedia proteksi digital berbasis AI.

Baca Juga: Indosat Gelar Indonesia AI Day for Supply Chain, Bocorkan Jurus AI Pangkas Biaya

Director & Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bilal Kazmi, menegaskan bahwa kebutuhan akan proteksi kini menjadi krusial, bukan lagi sekadar fitur tambahan.

“Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, aktivasi SATSPAM+ telah bertumbuh secara masif. Ini menunjukkan bahwa perlindungan dari scam dan spam bukan lagi fitur tambahan, tetapi kebutuhan utama,” ujar Bilal saat peluncuran di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Ia menambahkan, momentum Ramadan membuat urgensi perlindungan semakin tinggi.

“Di Ramadan ini, ketika aktivitas digital meningkat signifikan, kami ingin pelanggan bisa lebih tenang untuk fokus beribadah, bekerja, dan berbagi, tanpa harus khawatir terhadap risiko penipuan digital," katanya.

AI dan 5G Jadi Tulang Punggung

Teknologi AIvolusi5G menjadi fondasi utama SATSPAM+. Sistem ini mengandalkan pemrosesan data secara cepat untuk mengidentifikasi pola panggilan abnormal, misalnya nomor tidak dikenal dengan frekuensi tinggi atau indikasi spoofing.

Load More