Tekno / Tekno
Rabu, 11 Februari 2026 | 15:39 WIB
Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah dalam media gathering di Jakarta, belum lama ini. [Suara.com/Dythia]
Baca 10 detik
  • Indosat Ooredoo Hutchison menyelenggarakan Indonesia AI Day for Supply Chain untuk mendorong transformasi rantai pasok nasional menggunakan kecerdasan buatan.
  • Adopsi AI dalam rantai pasok berpotensi meningkatkan pendapatan 15-30% dan efisiensi operasional signifikan di industri logistik.
  • Indosat memamerkan 27 solusi AI terintegrasi meliputi manajemen armada, otomatisasi gudang, dan analitik prediktif untuk efisiensi operasional.

Suara.com - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menegaskan peran kecerdasan buatan (AI) sebagai penggerak utama transformasi rantai pasok nasional lewat penyelenggaraan Indonesia AI Day for Supply Chain.

Forum strategis ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor transportasi, distribusi, hingga logistik untuk menjawab tantangan supply chain yang kian kompleks di era digital.

Lonjakan volume perdagangan, tuntutan pengiriman yang serba cepat, serta tekanan efisiensi biaya membuat industri supply chain berada di fase krusial.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat, hingga 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir yang beroperasi di Indonesia.

Skala industri yang terus membesar ini menuntut sistem operasional yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis data.

Tolok ukur industri global menunjukkan, adopsi digital dan AI di sektor supply chain mampu mendorong pertumbuhan pendapatan hingga 15–30 persen, berkat peningkatan engagement pelanggan dan strategi harga yang lebih presisi.

Tak hanya itu, AI juga berkontribusi pada efisiensi operasional 30–40 persen, penurunan risiko pencurian dan fraud hingga 50 persen, serta percepatan respons layanan pelanggan sampai 50 persen.

Dalam pengelolaan armada, teknologi predictive maintenance berbasis AI terbukti menekan unplanned downtime hingga 50 persen sekaligus memperpanjang usia kendaraan.

Sementara otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI mampu mempercepat proses fulfillment, memangkas biaya operasional, dan meminimalkan keterlambatan pengiriman.

Baca Juga: Tri Dorong Anak Muda Manfaatkan Teknologi dengan Cerdas di Era Digital

Capaian tersebut menegaskan bahwa AI kini bukan lagi wacana masa depan, melainkan strategi bisnis yang relevan hari ini.

Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Muhammad Buldansyah, menilai industri supply chain sudah tidak bisa lagi bergantung pada proses manual.

“Aktivitas logistik semakin kompleks dan menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami,” ujarnya dalam sebuah media gathering, belum lama ini.

Menurutnya, visibilitas real-time terhadap pergerakan barang dan armada menjadi kunci agar operasional berjalan lebih rapi dan keputusan dapat diambil secara tepat waktu.

“Melihat kebutuhan tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar seluruh proses saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur,” ungkap Dani sapaan akrabnya.

Dalam ajang ini, Indosat memamerkan 27 solusi supply chain berbasis AI yang terbagi ke dalam enam area utama, mulai dari Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, hingga Predictive & Intelligent Decision Making.

Solusi tersebut mencakup beragam use case, mulai dari konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, video analytics berbasis AI, hingga AI chatbot, platform omnichannel, layanan keamanan siber, advanced analytics, serta dashboard decision intelligence untuk level eksekutif.

Ilustrasi Indosat Ooredoo Hutchison. [Indosat]

Di sektor transportasi, solusi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan kendaraan, pemanfaatan aset, kinerja, serta aspek keselamatan secara real-time.

Sementara di sektor distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring dan Asset Tracking menjaga kualitas produk melalui visibilitas lokasi dan kondisi barang secara menyeluruh.

Pada level fasilitas, pendekatan Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center membantu optimalisasi operasional, peningkatan efisiensi energi, percepatan alur kerja, serta keandalan operasional end-to-end.

Seluruh kapabilitas ini diperkuat oleh platform pengalaman pelanggan berbasis AI, layanan keamanan siber, serta advanced analytics untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Melalui Indonesia AI Day for Supply Chain, Indosat menegaskan komitmennya untuk memberdayakan pelaku industri Indonesia agar mampu bertransformasi secara berkelanjutan, beroperasi lebih efisien, dan semakin kompetitif di tingkat regional maupun global.

Load More