-
Nintendo pangkas produksi Switch 2 dari 6 juta ke 4 juta unit.
-
Penjualan di Amerika Serikat melambat 35 persen dibanding generasi pertama.
-
Switch 2 tetap menjadi konsol dengan penjualan tercepat sepanjang masa.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari Nintendo yang dilaporkan memangkas target produksi konsol terbarunya. Menurut laporan Bloomberg, Nintendo mengurangi produksi Nintendo Switch 2 pada kuartal ini dari rencana awal 6 juta unit menjadi hanya 4 juta unit.
Alasan utamanya adalah permintaan di pasar Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan selama musim liburan.
Namun, sebelum penggemar kecewa dan menganggap ini sebagai tanda kegagalan, mari kita lihat gambaran besar kebijakan tersebut.
Faktanya, Nintendo Switch 2 adalah konsol dengan penjualan tercepat sepanjang masa, terjual 17,37 juta unit hanya dalam tujuh bulan pertama.
Angka ini jauh melampaui performa Switch generasi pertama pada periode yang sama.
Game-game andalan seperti Pokémon Pokopia dan Mario Kart World juga laris manis di pasaran.
Nintendo bahkan diperkirakan melampaui target penjualan 19 juta unit untuk tahun fiskal ini.
Jadi, mengapa ada penyesuaian produksi? Penjualan di AS memang melambat sekitar 35 persen dibandingkan Natal pertama Switch orisinal, meski di Jepang permintaannya justru lebih tinggi.
Beberapa analis menyuarakan keprihatinan. “Kekurangan perangkat keras di tahun pertamanya, selama musim liburan besar, adalah berita buruk. Jelas jajaran perangkat lunaknya buruk, setidaknya sampai baru-baru ini, dengan Pokémon yang menunjukkan sedikit harapan," pendapat Amir Anvarzadeh dari Asymmetric Advisors.
Baca Juga: Game Pokemon Pokopia Sukses, Saham Nintendo Langsung Melesat 17 Persen
Mengutip GamingIndustry, ada juga perdebatan internal di Nintendo, apakah stok melimpah saat peluncuran justru "mempercepat permintaan yang seharusnya muncul di akhir tahun."
Strategi ini mungkin membuat penjualan awal terlihat fantastis, namun menyisakan kekosongan di periode liburan.
Tantangan ke depan memang ada, mulai dari kenaikan biaya komponen seperti RAM hingga ancaman "tsunami" dari rilis Grand Theft Auto 6 yang dapat menyedot perhatian pasar.
Namun, Nintendo dikenal memiliki basis penggemar loyal yang berbeda. Penyesuaian produksi ini lebih terlihat seperti langkah strategis yang cermat ketimbang tanda bahaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Skor AnTuTu Samsung Galaxy A57 5G Terungkap: Pakai Chip Exynos Anyar, Performa Kencang
-
9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan
-
Honor 600 Versi Global Muncul di Geekbench, Andalkan Snapdragon 7 Gen 4
-
50 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Maret 2026: Ada 700 Rank Up, Gems, dan Pemain UEFA
-
Resmi Rilis di Indonesia, Berapa Harga Samsung Galaxy A57 dan A37 Nanti?
-
Hargaa iPhone Terbaru Pasca Lebaran 2026, Naik hingga Rp1,5 Juta
-
58 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 Maret 2026: Raih Skin Beat, Desert, dan 8 Luck Royale
-
Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G Resmi Rilis, Bawa Fitur AI Kelas Flagship dan Update hingga 6 Tahun
-
4 HP Murah Tahan Air Terbaru Maret 2026 dengan Sertifikasi IP68 dan IP69
-
PB ESI Bentuk Tim Nasional untuk Esports Nations Cup 2026