Suara.com - Banyak pengguna tidak menyadari bahwa ada beberapa aplikasi android yang bikin baterai boros meski tidak selalu digunakan secara aktif.
Tanpa pengaturan yang tepat, aplikasi-aplikasi ini bisa tetap berjalan di latar belakang dan menguras daya secara perlahan.
Jika Anda sering merasa baterai cepat habis, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari aplikasi tertentu.
Dengan memahami daftar aplikasi android yang bikin baterai boros, Anda bisa mengatur penggunaan agar lebih hemat dan efisien.
1. TikTok
Penggunaan TikTok dalam waktu lama memang menyenangkan, tetapi aplikasi ini termasuk salah satu yang paling boros baterai.
Hal ini karena TikTok memutar video secara terus-menerus dengan kualitas tinggi, sehingga membutuhkan konsumsi daya yang besar.
Selain itu, TikTok juga sering berjalan di background untuk memuat konten baru dan notifikasi. Aktivitas ini bisa menghabiskan hingga 15–20% baterai dalam penggunaan sekitar 1 jam.
Untuk mengatasinya, Anda bisa membatasi screen time, menurunkan kualitas video, atau menonaktifkan auto-play saat tidak diperlukan.
Baca Juga: 7 Aplikasi Rasionalisasi UTBK-SNBT Gratis, Ukur Peluang Lolos Kampus Impian
2. YouTube
Streaming video menjadi aktivitas yang paling menguras daya, dan YouTube termasuk aplikasi yang cukup berat. Resolusi video yang tinggi seperti 1080p atau 4K membuat prosesor dan layar bekerja lebih keras.
Tidak hanya itu, fitur autoplay dan rekomendasi video membuat aplikasi terus berjalan tanpa henti. Dalam penggunaan intensif selama 2 jam, baterai bisa berkurang hingga 25%.
Solusinya, gunakan resolusi lebih rendah seperti 480p, matikan autoplay, serta unduh video untuk ditonton secara offline.
3. Facebook
Meski terlihat ringan, Facebook justru dikenal sebagai aplikasi yang cukup boros baterai. Hal ini disebabkan oleh banyaknya fitur seperti video, notifikasi real-time, dan refresh data otomatis.
Facebook juga aktif di latar belakang untuk memperbarui feed dan pesan, bahkan saat tidak dibuka. Konsumsi baterainya bisa mencapai 10–15% per hari tanpa disadari.
Anda bisa mengurangi dampaknya dengan menonaktifkan notifikasi yang tidak penting atau menggunakan versi lite yang lebih ringan.
4. Google Maps
Navigasi berbasis GPS seperti Google Maps memang sangat membantu, tetapi juga menjadi salah satu penyebab baterai cepat habis. Aplikasi ini menggunakan GPS, koneksi internet, dan layar secara bersamaan.
Saat digunakan untuk perjalanan panjang, konsumsi baterai bisa mencapai 20% hanya dalam 1–2 jam. Hal ini terjadi karena GPS terus aktif untuk melacak lokasi secara real-time.
Untuk menghemat daya, Anda bisa mengunduh peta offline atau menutup aplikasi setelah selesai digunakan.
5. Genshin Impact
Game berat seperti Genshin Impact menjadi salah satu aplikasi dengan konsumsi daya paling tinggi. Grafis berkualitas tinggi dan gameplay kompleks membuat prosesor bekerja maksimal.
Dalam sesi bermain selama 1 jam, baterai bisa terkuras hingga 30% tergantung spesifikasi perangkat. Selain itu, suhu ponsel juga cenderung meningkat, yang dapat mempercepat penurunan daya.
Solusi terbaik adalah menurunkan setting grafis, membatasi waktu bermain, serta memastikan ponsel tidak overheat.
6. Fitbit
Aplikasi kesehatan seperti Fitbit mungkin terlihat ringan, tetapi sebenarnya cukup menguras baterai. Hal ini karena aplikasi terus melakukan sinkronisasi data seperti langkah, detak jantung, dan aktivitas harian.
Proses sinkronisasi ini biasanya berjalan otomatis setiap beberapa menit. Dalam sehari, penggunaan baterai bisa mencapai 8–10% meski aplikasi jarang dibuka.
Untuk mengatasinya, Anda bisa mengatur frekuensi sinkronisasi atau mematikan fitur yang tidak diperlukan.
7. Shopee
Aplikasi e-commerce seperti Shopee juga termasuk dalam daftar aplikasi boros baterai. Banyaknya fitur seperti live streaming, notifikasi promo, dan animasi membuat konsumsi daya meningkat.
Shopee sering mengirim notifikasi dan melakukan refresh data secara berkala. Jika digunakan cukup sering, aplikasi ini bisa menghabiskan sekitar 10–12% baterai per hari.
Anda bisa mengurangi penggunaan dengan mematikan notifikasi promosi dan hanya membuka aplikasi saat dibutuhkan.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen
-
Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian
-
Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani
-
Cara Cek Nomor BPOM Skincare, Langkah Mudah untuk Hindari Produk Berbahaya
-
Menjaga Rumah Gajah: Wagub Jihan Ajak Warga Jadi Mata di Belantara Way Kambas
-
5 Cara Mengatur Rumah Menurut Feng Shui agar Tenang dan Mendatangkan Rezeki
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 2, Keberanian Para Penyihir Muda
-
Lenovo Legion Y700 Infinite Meluncur, Tablet Gaming dengan OLED 165Hz dan Snapdragon 8 Elite Gen 5
-
Jelang Muktamar ke-35 NU Muncul Isu Pengondisian Peserta
-
Merpati Rp305 Juta di Tengah Bencana dan Efisiensi: Seberapa Penting Belanja Seremoni HUT RI?