-
Peretasan data GTA Online justru memicu kenaikan saham Take-Two sebesar 7,07 persen.
-
Data bocor mengungkap GTA Online hasilkan 1 juta dolar AS setiap hari.
-
Investor optimis melihat kekuatan finansial Rockstar meski terjadi serangan siber besar.
Suara.com - Industri gaming heboh setelah hacker atau peretas terkenal mengklaim telah membobol data milik Rockstar dan menyebar data GTA Online.
Tak disangka, data penjualan GTA Online yang bocor justru membuat saham Take-Two (induk Rockstar Games) malah membaik.
Saham Take Two Interactive (NASDAQ:TWTO) menguat 7,07 persen di angka 212 dolar AS (Rp3,64 juta) pada 20 April 2026.
Itu meningkat dari 198 dolar AS (Rp3,4 juta) dibanding 7 hari sebelumnya.
Upaya kelompok peretas Rockstar, ShinyHunters, untuk menekan sang developer game justru berakhir menjadi bumerang yang menguntungkan.
Alih-alih merugi, perusahaan induk Rockstar, Take-Two Interactive, malah menikmati lonjakan harga.
Investor kemungkinan bertambah optimis setelah data pendapatan masif dari GTA Online bocor ke publik. Ini adalah sebuah ironi yang jarang terjadi di dunia siber.
Awalnya, ShinyHunters mengancam akan merilis data rahasia jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, sebuah taktik yang sering berhasil menekan perusahaan besar.
Namun, data yang mereka bocorkan (setelah Rockstar menolak untuk tunduk) ternyata bukanlah informasi sensitif terkait pengembangan GTA 6, melainkan data finansial.
Baca Juga: Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir
Itu justru membuat para investor tersenyum lebar. Bocoran tersebut mengungkap fakta mengejutkan: GTA Online, sebuah game yang sudah berumur lebih dari satu dekade, masih mampu menghasilkan lebih dari 1 juta dolar AS per hari.
Itu sekitar 500 juta dolar AS (Rp8,6 triliun) per tahun, melalui penjualan Shark Card.
Informasi ini seketika mengubah narasi dari krisis keamanan menjadi demonstrasi kekuatan finansial.
Pasar merespons positif, melihat GTA Online sebagai mesin uang yang luar biasa tangguh.
Kenaikan saham menambah sekitar 1 miliar dolar AS pada kapitalisasi pasar perusahaan, sebuah keuntungan tak terduga yang dipicu oleh para peretas itu sendiri.
Mengutip TechRadar, pihak Rockstar sendiri secara konsisten meremehkan dampak peretasan ini.
Berita Terkait
-
Game Metro 2039 Rilis 2026: Tampilkan Konsekuensi Kerusakan Nuklir dan Perang Rusia
-
Roblox Bayar Rp206 Miliar Demi Keamanan Anak, Apa Saja Fitur Barunya?
-
Tawarkan Sensasi Nostalgia, Game Terbitan Rockstar Ini Lagi Diskon 75 Persen di Steam
-
Sony Resmi Adaptasi Game Bloodborne Jadi Film Animasi Dewasa
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
Terkini
-
Persita Tangerang Rekrut Luquinhas, Eks Amazonas dengan Pengalaman Eropa
-
Siap-siap Panen Cuan! Dividen BBRI Diproyeksi Tembus 13 Persen, Minat Borong?
-
Sifat dan Karakter Shio Kambing dari Positif hingga Negatif
-
Meroket Lagi, IHSG Menuju Level 6.400
-
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis!
-
Serangan Harimau Kembali Terjadi di Siak, Kali Ini Korbannya Pekerja Alat Berat
-
Kiamat Harga Gadget 2027? TSMC Naikkan Biaya Produksi Chip 10%, Raksasa Teknologi Mulai "Eksodus"
-
Live Malam Hari! Catat Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
-
Antam dan Galeri 24 Koreksi, Cek Harga Jual dan Buyback Emas Hari Ini di Pegadaian
-
Sepak Terjang Nanik S. Deyang Pimpin BGN, Kini Pilih Mundur Fokus Pengobatan