Tekno / Game
Minggu, 19 April 2026 | 14:08 WIB
Metro 2039. (4A Games)
Baca 10 detik
  • Game Metro 2039 dijadwalkan rilis pada 2026 untuk PC dan konsol.

  • Alur cerita Metro 2039 terinspirasi dari invasi Rusia ke Ukraina.

  • Metro 2039 akan menjadi babak penutup bagi perjalanan ikonik karakter Artyom.

Suara.com - Setelah 'sunyi' beberapa tahun, kabar terbaru game Metro 2039 akhirnya beredar bulan ini. Developer mengonfirmasi bahwa Metro 2039 bakal rilis pada 2026 ke berbagai platform termasuk PlayStation, Xbox Series X/S dan PC.

Meski rincian tanggal belum diumumkan, sedikit bocoran cerita Metro 2039 beredar di kalangan penggemar.

Trailer anyar memperlihatkan karakter yang terbelenggu rantai di tengah kerusakan akibat perang nuklir.

Developer sendiri mengonfirmasi bahwa game terinspirasi invasi Rusia ke Ukraina yang dianggap ilegal.

Makna [dari permainan kami] selalu tentang mencegah perang, tetapi sekarang, perang adalah realitas kita, dan pesan kami telah bergeser menjadi tentang konsekuensinya," bunyi pernyataan dari 4A Games.

Mereka juga mengakui bahwa alur cerita Metro sengaja diubah pada 2020, serta mengalami perubahan sepenuhnya pada 2022 (tepat saat invasi Rusia ke Ukraina).

"Semua yang telah kami rencanakan untuk babak selanjutnya dari Metro berubah pada tahun 2020, dan yang lebih signifikan lagi pada tahun 2022," tulis 4A Games dikutip dari Metro Wiki dan VGC.

Alur cerita Metro 2039 secara tajam menyoroti pilihan, tindakan, dan harga yang harus dibayar untuk mengamankan masa depan.

Ini bukan lagi sekadar kisah bertahan hidup, melainkan cerminan dari tragedi.

Baca Juga: 7 HP Samsung dengan Fitur Bypass Charging untuk Main Game Tanpa Panas

Game tersebut bakal menjadi kelanjutan langsung dari Metro Exodus, membawa kita kembali ke terowongan Metro Moskow ikonik, tempat di mana faksi-faksi bawah tanah kini bersatu di bawah panji Novoreich yang dipimpin oleh Führer baru.

Berdasarkan serangkaian kebocoran besar, termasuk data sebesar 120 GB, gameplay Metro 2039 menjadi babak terakhir dari kisah Artyom.

Keputusan ini diambil setelah studio sempat bereksperimen dengan prototipe game survival open-world yang lebih brutal.

Untungnya, banyak mekanik bertahan hidup yang imersif dari prototipe tersebut diintegrasikan ke dalam game final.

Kita bisa mengharapkan sistem seperti degradasi senjata secara real-time, manajemen filter lebih dinamis, dan mekanisme Radio Echoes unik untuk mengungkap masa lalu.

Didukung oleh teknologi yang diyakini sebagai Unreal Engine 5, visual game ini menjanjikan lompatan generasi dengan pencahayaan dinamis ciamik.

Load More