- PT Kalbe Farma Tbk menyelenggarakan Kalbe Analytics Expo 2026 di Jakarta pada Selasa, 21 April 2026 mendatang.
- Acara ini membahas optimalisasi data untuk meningkatkan efisiensi rantai pasokan dari tahap produksi hingga proses distribusi.
- Penerapan analitik data real-time dan prediktif terbukti memperkuat sistem operasional serta mendukung strategi bisnis jangka panjang perusahaan.
Suara.com - Transformasi digital berbasis data semakin menjadi tulang punggung industri modern. PT Kalbe Farma Tbk menegaskan pentingnya optimalisasi data dalam membangun rantai pasokan (supply chain) yang tangguh melalui ajang Kalbe Analytics Expo 2026 (KAE 2026).
Mengusung tema “The Resilient Chain: Optimizing the Flow from Production to Delivery Through Data”, acara ini menyoroti bagaimana analitik data mampu meningkatkan efisiensi dari proses produksi hingga distribusi.
Inisiatif tersebut menghadirkan berbagai perspektif dari sektor manufaktur, logistik, distribusi, hingga praktisi teknologi data.
Direktur Kalbe, Sie Djohan, menegaskan bahwa data kini menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika pasar global.
“Data adalah kunci membangun rantai pasokan yang tangguh dan adaptif di tengah berbagai perubahan pasar global. Melalui data yang akurat, kita dapat memastikan setiap elemen dari produksi hingga distribusi berjalan efisien dan tepat waktu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan data tidak hanya berdampak pada operasional, tetapi juga pada strategi bisnis jangka panjang.
Mengacu pada riset McKinsey & Company, perusahaan berbasis data memiliki peluang 23 kali lebih besar dalam menarik pelanggan dan 19 kali lebih besar dalam meningkatkan profitabilitas.
“Data yang jelas dan akurat sangat penting untuk pengambilan keputusan yang mendukung inovasi, sehingga mampu menciptakan sistem rantai pasokan yang terintegrasi untuk memitigasi risiko dan meningkatkan transparansi,” lanjutnya.
Data Real-Time dan Prediktif Jadi Game Changer
Baca Juga: Servis Elektronik Kini Bisa Dipantau Real Time Cukup dari Platform
General Manager Enterprise Customer Solution Telkomsel & Ketua WANTRII, Fadli Hamsani, menekankan pentingnya penggunaan data real-time dalam mitigasi risiko operasional.
“Dengan real-time data, kita bisa beralih dari sekadar ‘pemadam kebakaran’ operasional menjadi sistem peringatan dini yang mampu memprediksi hambatan sebelum terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Chief Operating Officer SIRCLO, Danang Cahyono, mengibaratkan data sebagai sistem saraf dalam rantai pasokan modern.
“Data adalah ‘nervous system’ yang menghubungkan seluruh bagian dalam rantai pasokan. Tanpa integrasi data, operasional menjadi rentan terhadap gangguan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya analitik untuk mengurangi dead time di gudang dan memastikan pengiriman tepat waktu.
Pendapat serupa disampaikan CEO MOSTRANS, Berty Argiyantari, menekankan penggunaan analitik prediktif end-to-end.
“Dengan analisis prediktif, kita dapat mengantisipasi hambatan distribusi sekaligus menjaga stabilitas dan efisiensi di seluruh rantai pasokan,” ungkapnya.
Ajang tahunan ini menjadi bagian dari komitmen Kalbe dalam mendorong budaya data-driven decision making. Sebelumnya, KAE telah mengangkat tema “Unlocking Insights, Unveiling Possibilities” pada 2024 dan “Next-Gen Analysis” pada 2025.
Berita Terkait
-
Dari Inovasi hingga Keamanan Siber, Arah Baru Bisnis Digital
-
Infrastruktur Digital Terancam Tersendat, MASTEL Ingatkan Sinkronisasi Kebijakan PusatDaerah
-
Indonesia Tunjukkan Kekuatan Transformasi Digital Layanan Publik di Panggung Global
-
Microsoft Buka Peluang Jadi Ahli AI, Tanpa Harus Jago Coding!
-
Kolaborasi Lintas Sektor, Telkomsel Gandeng Perbankan hingga Pariwisata Dorong Transformasi Digital
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi