- Pembangunan infrastruktur digital penting bagi transformasi Indonesia, namun industri hadapi tekanan regulasi dan biaya tinggi.
- Ketidaksinkronan kebijakan antara pusat dan daerah menjadi hambatan utama pembangunan infrastruktur digital nasional.
- Penghentian layanan telekomunikasi di Mojokerto oleh daerah menuai kritik karena mengabaikan kepentingan publik dan investasi.
Suara.com - Pembangunan infrastruktur digital dinilai menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia.
Lebih dari sekadar kepentingan bisnis operator, jaringan telekomunikasi kini berperan vital dalam memastikan layanan publik, pertumbuhan ekonomi digital, hingga daya saing nasional tetap berjalan.
Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Sarwoto Atmo Sutarno, menegaskan bahwa sektor telekomunikasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Di satu sisi, industri dituntut mempercepat pembangunan jaringan mulai dari fixed broadband hingga 5G, namun di sisi lain dibebani berbagai tekanan regulasi.
“Industri telekomunikasi kita saat ini menghadapi tantangan ganda. Di satu sisi dituntut mempercepat pembangunan infrastruktur agar layanan digital merata, namun di sisi lain menghadapi biaya regulasi yang tinggi dan persaingan usaha yang ketat,” ujar Sarwoto dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, hambatan utama pembangunan digital bukan terletak pada teknologi, melainkan pada ekosistem dan tata kelola kebijakan yang belum selaras antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ketidaksinkronan kebijakan dan belum seragamnya pemahaman daerah tentang pentingnya infrastruktur digital menjadi seperti pasir dalam sepatu yang menghambat langkah besar bangsa,” tegasnya.
Sarwoto juga menyoroti arah kebijakan T3 Komdigi (Terhubung, Tumbuh, Terjaga) yang menjadi fondasi transformasi digital Indonesia periode 2025–2029.
Ia menekankan bahwa T3 Komdigi bukan sekadar jargon, melainkan panduan konkret yang menyatukan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan eksekusi industri.
Baca Juga: Indonesia Tunjukkan Kekuatan Transformasi Digital Layanan Publik di Panggung Global
“T3 Komdigi bukan slogan. Ini adalah arah kebijakan agar digitalisasi Indonesia tidak hanya cepat, tetapi juga bernilai ekonomi dan aman bagi negara,” katanya.
MASTEL menegaskan, harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi kunci agar otonomi daerah tetap berjalan tanpa mengorbankan kesinambungan layanan publik dan iklim investasi.
Layanan Internet Dihentikan Daerah, Pemerintah Diminta Utamakan Kepentingan Publik
Kebijakan penghentian sementara layanan telekomunikasi oleh Pemerintah Kota Mojokerto memicu kekhawatiran di kalangan industri digital nasional.
Langkah penonaktifan Optical Distribution Cabinet (ODC) dinilai berisiko mengganggu layanan publik dan menciptakan ketidakpastian investasi di sektor telekomunikasi.
Sekretaris Jenderal MASTEL, C. Mirza Taufik, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang penataan kabel serat optik.
Berita Terkait
-
ZTE Siapkan Indonesia Jadi Pusat Inovasi Teknologi di ZTE Day 2025 lewat 5G, AI, dan IoT
-
Telkom Solution Pamer 3 Senjata Ampuh, Dorong Transformasi Digitan B2B
-
Serat Optik : Tulang Punggung Transformasi Digital Indonesia, Ini Kata Para Ahli
-
Kolaborasi Datacomm dan Wavenet Percepat Transformasi Digital
-
Pentingnya Kolaborasi dalam Hadapi Manfaat dan Tantangan Teknologi AI di Era Transformasi Digital
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
5 Headset Sport Bluetooth Terbaik untuk Lari: Tahan Air dan Keringat, Bass Super Nendang
-
52 Kode Redeem FF Terbaru 15 Januari 2026, Ada Jujutsu Kaisen Battle Card dan Sukuna Voucher
-
5 HP vivo dengan Kamera Jernih 30 MP ke Atas, Cocok untuk Content Creator
-
26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 15 Januari 2026, Klaim Pemain OVR 108-115 dan 100 Rank Up
-
4 HP Helio G100 di Bawah Rp2 Juta, Memori Besar Juaranya Multitasking
-
Rp2 Juta dapat Tablet Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Aktivitas Harian Kamu
-
5 Smartwatch Waterproof yang Aman Dipakai Saat Kehujanan dan Berenang
-
Krisis Memori Tak Mampu Menahan Laju Smartphone, AppleSamsung Jadi Raja 2025
-
CEO OnePlus Terancam Penjara, Terseret Kasus Perekrutan Ilegal di Taiwan
-
49 Kode Redeem FF 15 Januari 2026, Tips Dapatkan Bundle Megumi dan Nobara